Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Warga menanyakan sinkronisasi data NIK dengan registrasi kartu seluler
Harianjogja.com, SLEMAN-Puluhan warga mendatangi kantor Disdukcapil Sleman, Senin (26/2/2018). Mereka menanyakan sinkronisasi data NIK dengan registrasi kartu seluler.
"Ini sudah mendekati tenggat waktu registrasi, kok gagal terus. Katanya data kependudukan saya masih belum sinkron," keluh Sulistyo warga Pugeran Maguwoharjo Depok.
Dia sudah berkali-kali melakukan registrasi via SMS ke 4444 , tetapi dikatakan jika registrasi gagal. Hal itu dikarenakan data yang dimasukkan tidak sesuai dinilai berbeda dengan data kependudukan. "Saat NIK [Nomor Indentitas Kependudukan] dan Nomor KK saya masukkan tidak bisa. Ini masih mau saya tanyakan penyebabnya,” kata dia.
Dia tidak sendiri. Puluhan orang dengan masalah yang sama juga mendatangi Disdukcapil. Saking banyaknya warga yang datang mengurus persoalan tersebut mereka rela mengantre dengan berdiri.
Baharuddin Kamba, Kepala Divisi Pengaduan Masyarakat dan Monitoring Peradilan JCW salah satunya. Semua yang datang melakukan update nomor KK dan NIK untuk mengurus registrasi ulang nomor HP. "Padahal mereka sudah coba berulang kali tetap gagal. Saya baru September 2017 update nomor KK tapi tetap gagal sehingga harus antre di kantor Disdukcapil Sleman," katanya.
Menurutnya, Disdukcapil perlu mengatur antrean agar lebih rapi. "Meskipun sudah ada nomor antrean tapi ada tumpukan orang di loket antrean. Petugas perlu ditambah," usul dia.
Dia juga meminta agar pemerintah menjamin kerahasiaan data baik Nomor KK maupun NIK. Jangan sampai data tersebut disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. "Jangan sampai pemerintah lepas tangan jika nantinya ada penyalahgunaan registrasi nomor HP dengan menggunakan NIK atau KK tersebut," ujarnya.
Sekadar diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan tenggat waktu hingga 28 Februari 2018 untuk melakukan registrasi kartu seluler. Jelang berakhirnya tenggat waktu, banyak warga yang gagal melakukan registrasi karena data penduduk tidak sinkron.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Sleman Endang Mulatsih mengatakan, sejak Januari kemarin setiap hari ada sekitar 10-20 orang yang datang akibat gagal registrasi kartu seluler. "Februari ini jumlahnya meningkat," kata dia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Manajer KDMP mengeluhkan ketidakjelasan kerja, penempatan jauh dari domisili, hingga mekanisme relokasi setelah menerima PKWT.
Mark Zuckerberg mengaku tak memiliki gelar sarjana saat dicecar soal dasar menilai risiko beauty filter Instagram terhadap pengguna muda.
Telkomsel dan ITNY berkolaborasi mengembangkan talenta digital mahasiswa melalui magang, guest lecturer, dan berbagai program edukasi digital.
Triumph Bonneville T40 dan T40 Black hadir dengan mesin 400 cc, desain klasik, serta fitur modern. Harga baru diumumkan pada awal 2027.