Investor China Bangun Apartemen Rp1,25 Triliun di IKN
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
HB X berpesan hendaknya dilaksanakan sosialiasi terlebih dahulu
Harianjogja.com, JOGJA-Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi menerangkan kontrak dengan pihak ketiga untuk pengerjaan revitalisasi sisi barat sudah ditandatangani pada 15 Februari lalu. Kontrak akan berakhir 300 hari kemudian atau tepat pada 12 Desember 2018.
Ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut, HB X berpesan, sebelum proyek dikerjakan, hendaknya dilaksanakan sosialiasi terlebih dahulu. "Mesti kan kalau akan digarap terkait dengan PKL dan [pemilik] toko. Kan harus dikasih tahu. Nanti ada tiga titik penanganan serentak. Modelnya on off gitu lah," ungkapnya, Selasa (27/2/2018).
http://m.harianjogja.com/?p=898587">Baca juga : Revitalisasi Sisi Barat Malioboro Akan Dimulai
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) M Mansur mengungkapkan, pengerjaan revitalisasi sisi barat Malioboro akan pararel dengan pembangunan sentra PKL di lahan Eks Bioskop Indra. Menurutnya, revitalisasi akan menghabiskan dana sekitar Rp35 milliar, sedangkan pembangunan sentra PKL sebesar Rp44 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
Melalui pendampingan dan kolaborasi dengan UPN “Veteran” Yogyakarta, gagasan tersebut diwujudkan melalui budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)
Aliran sungai bawah tanah Pantai Baron berubah setelah 14 tahun. Gugusan pulau menghilang dan aliran kini langsung menuju laut.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan PKJ untuk perguruan tinggi dan mendorong ilmu lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pendidikan khas Kejogjaan yang hari ini kita luncurkan bersama adalah ikhtiar untuk mempersingkat jarak itu,” tutur Sri Sultan.