Kronologi Pesawat Wisata Peru Jatuh Tewaskan 13 Orang di Nazca
Pesawat wisata Aerodiana jatuh di dekat Garis Nazca, Peru. Sebanyak 13 orang tewas dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Jumlah PTS di Jogja tak berkurang meski ada kampus yang merger.
Harianjogja.com, JOGJA--Meski Kopertis Wilayah V DIY menyatakan nyaris 15% Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kurang sehat karena kekurangan mahasiswa, namun minat membuka PTS baru di DIY tergolong tinggi. Merger dan pembukaan PTS baru berjalan beriringan membuat jumlah kampus di DIY tak berkurang drastis. Pada 2018 secara resmi satu PTS baru berdiri yaitu Politeknik Hardjolukito dan satu yayasan lagi sedang berjuang mendirikan PTS baru.
Sebelumnya Kopertis Wilayah V telah menyerahkan SK dari Kemenristekdikti terkait merger dua kampus menjadi satu yaitu STIKES A Yani dan STMIK A Yani menjadi Universitas Ahmad Yani.
Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi menjelaskan, meski secara resmi ada dua kampus yang bergabung menjadi satu, namun jumlah PTS di DIY tetap di angka 107. Karena di awal 2018 ini secara resmi telah berdiri Politeknik Kesehatan Hardjolukito yang berada di bawah Yayasan TNI AU Adi Upaya (Yasau). SK berdirinya kampus ini bahkan secara resmi telah turun dari Kemenristekdikti dan Kopertis telah menyampaikan kepada yayasan tersebut.
Potlkiteknik Hardjolukito, lanjutnya, SK keluar di 2018 karena pihak yayasan telah mengurusnya sejak dua tahun yang lalu. "Permohonan sudah dua tahun yang lalu, untuk 2018 ini hanya proses selesai dan kamo menyerahkan. Jadi kalau ada yang bertanya, lho ngopo [mengapa] moratorium kok ini justru menambah PTS baru, ya karena prosesnya sejak dua tahun yang lalu," terangnya kepada Harianjogja.com, Jumat (2/3/2018).
Bambang mengatakan, pemerintah memang sempat melakukan moratorium untuk pembukaan PTS baru karena tujuannya untuk mengurangi namun memiliki kualitas yang bagus. "Sebelumnya memang ada moratorium, pengennya mengurangi jumlah dengan cara dimerger fokusnya ke sana [merger], tetapi rupanya masih ada juga yang mengajukan baru," ungkap dia.
Akan tetapi, lanjutnya, Bambang mendapatkan informasi, meski Politeknik Hardjolukito belum mendapatkan mahasiswa namun sudah ada kemungkinan untuk melakukan merger dengan Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA). Keduanya berpotensi melakukan merger karena sama-sama berada di bawah Yasau, untuk kemudian bergabung menjadi kampus dengan tingkatan lebih tinggi yaitu universitas.
"Ini sudah ada cita-cita untuk merger menjadi universitas antara STTA dengan Politeknik itu. Tetapi Politeknik kan harus berdiri dulu baru bisa merger," kata dia.
Bambang mengakui minat yayasan untuk mendirikan kampus di Jogja tergolong tinggi. Pada awal Januari 2018 lalu ada sebuah yayasan yang mengajukan pendirian PTS baru namun gagal karena dinilai tak memenuhi persyaratan. Informasinya yayasan itu akan kembali mengajukan lagi pada April 2018 mendatang. "Itu yayasan baru, mau mendirikan baru, tetapi ini prodinya khusus, saya belum bisa menyampaikan detailnya. Saya hanya bisa mendorong, syaratmya bisa terpenuhi," tegas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pesawat wisata Aerodiana jatuh di dekat Garis Nazca, Peru. Sebanyak 13 orang tewas dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
TNI AL mengerahkan dua KRI dan satu pesawat untuk mengevakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep.
Lansia asal Gunungkidul meninggal dunia setelah tertemper KA Bengawan di jalur rel timur Fly Over Janti, Sleman, Minggu sore.
Pelajar asal Tangerang Selatan terluka setelah diduga ditembak airsoft gun di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman. Polisi masih memburu pelaku.
Bank Dunia menyarankan Indonesia menghapus tax holiday dan menggantinya dengan insentif yang lebih efektif untuk mendorong investasi.
Komisi III DPR mendukung wacana Presiden Prabowo melarang total vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.