Hiromu Tanaka Hadapi Tantangan Cuaca Saat Gabung PSS Sleman
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Ilustrasi kecelakaan/Dokumen Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN— Seorang pria lanjut usia asal Gunungkidul meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Bengawan di jalur rel sebelah timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.25 WIB.
Korban diketahui berinisial N (73). Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, korban diduga sedang menyeberangi rel sambil membawa karung berisi barang rosok ketika kereta melintas.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan keterangan saksi menunjukkan korban telah berada di jalur rel saat KA Bengawan melaju dari arah barat menuju timur.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memperingatkan korban agar menjauh dari rel.
"Warga sekitar sempat berteriak memperingatkan korban, namun karena jarak kereta sudah dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari," terang Argo pada Senin (3/8/2026).
Korban kemudian tertemper kereta dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara.
Argo mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi maupun warga sekitar, korban diketahui memiliki gangguan pendengaran.
"Berdasarkan keterangan saksi dan warga sekitar lokasi kejadian, korban memiliki gangguan pendengaran," ungkapnya.
Polisi Ingatkan Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi
Polresta Sleman mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika hendak melintasi jalur kereta api.
Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum menyeberang serta tidak beraktivitas di sekitar rel mengingat kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang.
"Utamakan keselamatan serta gunakan perlintasan resmi saat menyeberangi jalur kereta api," katanya.
Beberapa waktu sebelumnya, sebuah mobil dinas Brimob tertabrak Kereta Api (KA) Bandara di pelintasan tanpa palang pintu di Dusun Tapen, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Kamis (23/7/2026) pagi. Polda DIY memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun mengganggu operasional kereta api.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengonfirmasi kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di wilayah Sedayu, Bantul.
"Benar, pada Kamis tanggal 23 Juli 2026 pukul 08.15 WIB telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan dinas (Brimob) Isusu D-max dan Kereta Api Bandara di palang pintu kereta api Dusun Tapen, Kalurahan Argosari Sedayu," terang Ihsan.
Polda DIY memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Selain itu, kecelakaan juga tidak berdampak terhadap operasional KA Bandara maupun arus lalu lintas di lokasi kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.