Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Satu lagi biro umrah di Jogja yang diprotes warga.
Harianjogja.com, JOGJA--Jemaah calon umrah yang gagal berangkat terus bermunculan. Setelah PT Amanah Bersama Ummat (ABU) Tour, kini giliran biro travel PT Amanah Mitra Berkah (AMB) yang dikeluhkan jemaahnya karena tidak kunjung menepati janji untuk diberangkatkan ke Tanah Suci.
Beberapa jemaah PT AMB minta bantuan hukum ke kantor Peradi cabang Jogja di Jalan Glagahsari, Pandeyan, Umbulharjo, Senin (5/3/2018). Wagiman, 37, salah satu jemaah asal Bantul mengaku ikut mendaftar umrah melalui PT AMB setelah biro travel tersebut menawarkan subsidi Rp5 juta sampai Rp7 juta melalui brosur.
Ia tertarik dan membayar Rp18,7 juta pada November 2017 lalu. Wagiman dijanjikan berangkat umrah pada 28 Desember 2017. Kemudian pihak biro travel menjadwalkan ulang pada 12 Januari atau 28 Januari 2018. Awal Januari lalu ia sudah ikut manasik.
Namun hingga Maret ini belum ada kejelasan pemberangkatan, "Alasan jadwal mundur katanya belum pesan hotel. Sebelumnya beralasan karena cuaca buruk sehingga keberangkatan ditunda," ujar Wagiman. Ia sempat dijanjikan lagi berangkat 5 Maret ini, namun janji itu tidak terealisasi.
YM, 55, warga Bantul juga senasib dengan Wagiman. Namun YM mendaftar Rp16,7 juta dan sudah membayar lunas pada Agustus 2017 lalu. Jemaah yang sempat dijanjikan Desember tahun lalu itu belum juga ada kejelasan kapan diberangkatkan ke Tanah Suci. YM minta disamarkan namanya karena merasa malu dengan tetangga akibat belum jadi berangkat umrah.
Ketua DPC Peradi Jogja, Irsyad Tamrin mengaku baru menerima pengaduaan jemaah calon umrah yang gagal berangkat. Pihaknya belum bisa menyimpulkan terkait persoalan yang dihadapi para jemaah calon umrah tersebut. "Kami akan mendalami dulu," kata dia. Pihaknya juga akan mengecek legalitas biro travel yang merekrut jemaah umrah itu.
Sebelumnya, sebanyak 21 jemaah calon umroh dari PT ABU Tours juga mengadu ke Lembaga Ombudsman DIY. Mereka yang sudah mendaftar pada April tahun lalu, namun hingga kini belum diberangkatkan. Sebagian besar mereka adalah jemaah yang ikut program promo dengan biaya Rp13,5-16,5 juta.
http://m.harianjogja.com/?p=899417">Baca juga : Gagal Berangkat Umrah, Ratusan Jemaah Abu Tour Mengadu ke Ombudsman
Berbeda dengan PT ABU Tours yang mencantumkan izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di kantor maupun brosur. PT AMB hanya mencantumkan izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Biro travel yang berkantor di Blok Pathuk NG I/588, Ngampilan ini menawarkan program bantuan umrah.
Biaya umrah yang dipatok PT AMB senilai Rp28,7 juta untuk keberangkatan Maret, April, Mei dengan fasilitas hotel bintang empat. Namun, biro travel ini juga menawarkan bantuan subsidi biaya umrah Rp5 juta bagi pendaftar yang sudah pernah umrah dan Rp10 juta bagi tiap pendaftar yang belum pernah umrah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Korlantas Polri dan Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan ODOL melalui integrasi ETLE, RFID, dan WIM menjelang penerapan Zero ODOL awal 2027.
WMO memprediksi El Nino menguat pada Agustus-Oktober 2026 dan berpotensi memicu suhu di atas normal, kekeringan, banjir, serta kebakaran hutan.
BPS mencatat harga beras Juli 2026 naik di seluruh rantai distribusi. Beras premium di tingkat penggilingan melonjak 10,22 persen secara tahunan.
Kemarau membuat debit air sumur di Kokap, Kulonprogo menurun. Warga yang menggelar hajatan khitanan terpaksa meminta bantuan droping air.
Dewas KPK berkoordinasi memeriksa Setya Budi Dias, polisi yang bertugas di KPK dan menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan di Pemalang.