Kemensos Libatkan 902 Taruna TNI dan Akpol untuk Sekolah Rakyat
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Belum ada permohonan soal remote dari sekolah.
Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY akan menyediakan soal yang didapatkan dengan sistem remote bagi peserta Ujian Nasional (UN) yang berada di Rumah Sakit dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Meski demikian, belum ada sekolah baik jenjang SMP maupun SMA yang menyampaikan permohonan soal remote ke Disdikpora DIY.
Kasi Perencanaan Pendidikan Bidang Perencanaan dan Standarisasi Pendidikan Disdikpora DIY Bahtiar Nurhidayat menjelaskan pemerintah sepenuhnya memberikan layanan terbaik kepada siswa untuk mendapatkan haknya mengikuti UN baik bagi mereka yang sakit maupun sedang berurusan hukum. Meskipun sekolah memiliki fasilitas lengkap sekalipun tidak diperbolehkan, siswa yang berada di Lapas maupun di rumah sakit difasilitasi dengan komputer untuk mengikuti UNBK. Melainkan harus mengerjakan soal secara manual menggunakan kertas atau dikenal dengan soal remote.
"Disebut soal remote karena, proses mendapatkan sampai di-print out itu sepenuhnya dipantai pusat, di-remote dari pusat, ditentukan waktunya kapan harus diunduh untuk di-print. Jadi tidak boleh membawa server ke rumah sakit misalnya," terangnya kepada Harianjogja.com, Selasa (13/3/2018).
Ia menambahkan, proses mengunduh soal dilakukan langsung oleh proktor di setiap sekolah dengan waktu sekitar 60 menit sebelum pelaksanaan UN. Setelah berhasil diunduh kemudian di-print dan dibawa ke peserta UN di Lapas dan rumah sakit untuk dikerjakan secara manual. Adanya jeda yang relatif pendek antara pemberian izin mengakses soal dengan waktu pelaksanaan UN, tujuannya untuk mencegah terjadinya kebocoran soal.
"Itu soal khusus, tidak mestinya jatah siswa lain [UNBK] terus diprint, nggak bisa. Tetapi itu soal khusus yang disiapkan untuk diprint bagi peserta yang menjalani UN di rumah sakit atau Lapas," imbuh dia.
Setelah selesai dikerjakan, hasilnya pun tidak di-scan, namun cukup difoto dengan ponsel untuk dikirim ke petugas proktor untuk kemudian dikirim kepasa petugas yang ada di pusat. Kemudian petugas di pusat yang akan melakukan scan atau proses koreksi terhadap soal tersebut.
Ia memastikan sekolah harus membuat laporan ke pusat guna mendapatkan soal remote untuk siswa yang berada di Lapas maupun di rumah sakit. Meski demikian, Bahtiar menyatakan, hingga pekan kedua bulan Maret 2018 belum ada permintaan soal remote. Sehingga belum diketahui jumlah siswa yang akan menjalani UN di Lapas maupun rumah sakit.
"Mungkin setelah mendekati pelaksanaan baru akan didaftarkan, tetapi sekarang dipastikan terdaftar dahulu. Misal didaftar sekarang, siapa tahu besok atau lusa bebas [dari Lapas]. Makanya hanya beberapa hari atau sepekan sebelum pelaksanaan didaftarkan sekolah untuk mendapat izin kiriman soal remote," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Qatar akan mengirim delegasi seni ke Jogja pada Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-Qatar sekaligus membahas kerja sama budaya
BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,45 juta hingga Juni 2026, menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Komdigi akan memanggil YouTube setelah menemukan konten promosi vape yang melibatkan anak di bawah umur dan diduga melanggar aturan
PSS Sleman menggelar Launching Team, Jersey Reveal, dan laga uji coba melawan Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo pada 8 Agustus 2026