900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Ratusan hotel dan belasan apartemen di wilayah ini lebih banyak menggunakan air dalam tanah
Harianjogja.com, SLEMAN-Masalah ketersediaan air di wilayah Sleman membutuhkan kajian baru. Pasalnya, ratusan hotel dan belasan apartemen di wilayah ini lebih banyak menggunakan air dalam tanah.
Kondisi tersebut dikawatirkan berdampak pada terjadinya land subsidence atau penurunan tanah terjadi juga di Sleman. Betapa tidak, dari sekitar 200 unit hotel berbintang di wilayah Sleman hanya sekitar 31 hotel saja yang menggunak air PDAM. Itupun hotel mengoombinasi penggunaan air PDAM dengan air dalam tanah. Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 15 apartemen yang sebagian sudah beroperasi.
Kepala Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUP-KP) Sleman Adi Muritno mengatakan, meski belum terlihat penurunan debit yang signifikan, penggunaan air dalam tanah yang tanpa kontrol dikawatirkan berdampak pada terjadinya land subsidence tersebut. "Kota Semarang sudah mengalami. Ini harus diwaspadai penggunaan air dalam tanah yang dilakukan berlebihan. Kalau cadangan air dalam tanah terus berkurang dampaknya terjadi penurunan tanah," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (20/3/2018).
Penurunan tanah terjadi, didahului dengan adanya rekahan bangunan dan tanah di lokasi bangunan. Mata air di sekitar bangunan juga terus menyusut. Alhasil, kondisi tersebut dapat membahayakan warga di wilayah tersebut. "Saat ini memang belum terlihat. Dan butuh kajian untuk memastikan ketersediaan cadangan air. Apalagi Sleman selama ini menjadi daerah konservasi air," jelasnya.
Penggunaan air tanah sendiri dibagi dalam dua kategori, yakni air tanah dangkal dengan kedalaman di bawah 20 meter dan air tanah dalam dengan kedalaman di atas 60 meter. Banyaknya penggunaan air tanah dalam perlu dikhawatirkan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan air untuk sektor non-pertanian seperti industri, jasa, perhotelan, apartemen, dan ruang usaha lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Bangkok jadi kota terbaik dunia 2026 versi Readers’ Choice Awards. Singapura masuk 20 besar, sementara Indonesia belum tercantum.
Wacana siswa tak otomatis naik kelas mulai 2027 masih dikaji. Ini penjelasan Mendikdasmen dan status aturan yang berlaku saat ini.
MotoGP 2027 punya dua grid berbeda untuk Sprint dan Grand Prix. Simak jadwal kualifikasi baru hingga penghapusan Warm Up.
diare Sleman September 2026, air bersih Sleman, kemarau Sleman, Dinkes Sleman, kasus diare Depok III