Festival Mencekam di Toledo, Penembakan Tambah Deret Kasus AS
Penembakan dekat festival di Toledo melukai warga. Sepanjang 2026, kasus serupa di AS sudah ratusan dengan ratusan korban.
Rendahnya minat baca masyarakat senyampang dengan terbatasnya jumlah buku di perpustakaan
Harianjogja.com, SLEMAN- Rendahnya minat baca masyarakat senyampang dengan terbatasnya jumlah buku di perpustakaan. Oleh karena itu, baik perpustakaan maupun jumlah buku dalam satu perpustakaan harus ditambah.
Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan RI Supriyanto mengakui jika sampai saat ini minat masyarakat untuk membaca masih rendah. Kondisi tersebut disebabkan karena sejumlah faktor. Selain terbatasnya jumlah buku yang tersedia di perpustakaan, jumlah perpustakaan juga masih sedikit.
"Untuk meningkatkan minat membaca jumlah perpustakaan di berbagai daerah harus ditambah dan jumlah bukunya juga dilengkapi. Kalau ini dilakukan maka minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan dan membaca buku akan kembali tumbuh," katanya saat mengikuti Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Gemar Membaca di Rumah Dinas Bupati, Kamis (22/3/2018).
Kegiatan tersebut, katanya diharapkan dapat memberi motivasi bagi para pengelola perpustakaan desa dan taman bacaan untuk terus mendorong tumbuhnya minat baca masyarakat. Kelompok-kelompok ini dinilai memiliki peran penting untuk mengembangkan perpustakaan di lokasinya masing-masing.
"Gerakan ini juga menjadi media yang tepat untuk mengenalkan pengelolaan perpustakaan dari sudut pandang lain. Bagaimana perpustakaan bisa lebih membumi di masyarakat. Ini momentum agar memanfaat perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan sumber informasi bisa lebih memasyarakat," katanya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat perlu dimulai sejak masa kanak-kanak. Semua sekolah di Sleman harus memiliki perpustakaan sebagai jantung sekolah. "Budaya membaca sebenarnya merupakan kebiasaan yang baik tetapi mulai banyak ditinggalkan," katanya.
Munculnya berbagai teknologi saat ini seakan dapat menggantikan peranan buku. Minat anak-anak untuk membaca sudah tergantikan dengan permainan-permainan individualis diberbagai gadget. "Kondisi ini jelas memprihatinkan apalagi terjadi di wilayah Sleman yang menjadi kawasan pendidikan dengan jumlah perguruan tinggi terbanyak di DIY," ujarnya.
Menurut Sri, semakin tingginya persaingan di bidang pendidikan menjadi tantangan untuk kembali menggalakkan budaya membaca. Harus disadari membaca menjadi kebutuhan untuk menambah pengetahuan. Dia mengajak agar masyarakat kembali membudayakan membaca.
"Bisa dimulai dari lingkungan terkecil di rumah masing-masing, di sekolah, perkantoran, dan diberbagai kesempatan. Saat ini informasi tidak saja dicari di buku namun juga bisa dicari melalui e-book dan perpustakaan digital," katanya.
Dalam kesempatan itu, Sri menyerahkan bantuan buku kepada Perpustakaan Pusat sementara Supriyanto menyerahkan bantuan tiga unit sepeda motor angkutan buku perpustakaan ke Perpustakaan Sleman, Perpustakaan Desa Hargobinangun Pakem dan Perpustakaan Desa Sumberharjo Prambanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penembakan dekat festival di Toledo melukai warga. Sepanjang 2026, kasus serupa di AS sudah ratusan dengan ratusan korban.
Pelemahan rupiah mulai berdampak pada industri mebel dan kerajinan di Bantul. Biaya produksi naik, sementara permintaan pasar terus melemah.
De Graafschap resmi memulangkan Donny Warmerdam dari PSIM Jogja. Gelandang asal Belanda itu dikontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2028.
Korban tewas gempa magnitudo 7,8 di Filipina selatan bertambah menjadi 15 orang. Puluhan ribu warga dievakuasi, bandara ditutup, dan tsunami sempat diwaspadai.
Musim kemarau meningkatkan risiko serangan hewan liar di pesisir Gunungkidul. Warga diminta memindahkan kandang ternak lebih dekat ke rumah.
Polres Bantul menyita 379 botol miras ilegal dari tiga Outlet 23 serta membongkar transaksi COD dan peredaran miras oplosan.