Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Gubernur DIY mendapatkan kejutan berupa kue dan ucapan selamat ulang tahun dari sejumlah pejabat di kompleks Kepatihan, Senin (4/2). (I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA-Tepat hari ini, Selasa (2/4) Gubernur DIY Sri Sultan HB X tepat berusia 72 tahun. Sang Raja mendapatkan suprise dari para pembantunya di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
Seusai meniup lilin, HB X mengaku bukan tipe orang yang suka merayakan hari lahir. Ia mengatakan, sama sekali tak pernah merayakan ulang tahun.
Bahkan ketika ditanya awak media mengenai harapannya di usia yang sudah menginjak usia 72 tahun, Sultan menyebut dirinya tidak memiliki cita-cita apa lagi selain terus mengabdi.
"Wong kewajiban saya mengabdi. Yo wis saya mengabdi sampai mati. Terserah masyarakat maunya apa. Saya sebagai Gubernur punya kewajiban untuk memajukan dan menyejahterakan [masyarakat]," jelasnya, kemarin.
Namun meski demikian, HB X menyatakan, untuk mewujudkan DIY yang lebih maju dan sejahtera tidak bisa diwujudkan dalam rentang waktu satu generasi. Menurutnya, upaya menuju masyarakat yang lebih maju dan sejahtera perlu dilakukan secara bertahap. "Harus terus menerus sesuai dengan tuntutan zaman."
Suprise, di antaranya, diberikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Tri Saktiyana, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY Sulistyo dan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Bambang Setiawan.
Dengan membawa kue dengan lilin yang menyala, para pembesar Pemda DIY itu masuk melalui Bangsal Kepatihan menuju Gedung Wilis, tempat HB X menerima tamu saat itu. Karena tidak masuk melalui pintu depan, pergerakan pejabat-pejabat itu tidak terendus Sultan.
Dalam rombongan pemberi kejutan itu juga bergabung wartawan unit Kepatihan. Bahkan, saat HB X meniup lilin, kue dipegang oleh salah satu wartawati yang biasa meliput di Bangsal Kepatihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.
BI menyebut pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.500 per dolar AS dipicu konflik global dan meningkatnya permintaan dolar.