Pengusaha RI Punya Waktu 3 Bulan Penuhi Standar Eropa
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pidato dalam Kagama Regional Leaders Forum (KRLF) 2025 di Balai Senat UGM, Sleman, DIY, Jumat (12/12/2025). ANTARA/HO-Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif harus mengedepankan kejernihan batin, kebijaksanaan moral, dan kesadaran etik demi kemaslahatan bangsa yang berkelanjutan.
"Kepemimpinan yang matang adalah kepemimpinan yang mampu mendengar isyarat, membaca tanda, dan menimbang keputusan dengan kesadaran etik, demi kemaslahatan yang lebih luas dan berjangka panjang," ujar Sri Sultan dalam acara Kagama Regional Leaders Forum 2025 di Balai Senat UGM, Sleman, DIY, Jumat.
Sultan melanjutkan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari dua landasan utama, yakni kontrak sosial dan etos peradaban.
Menurut Sultan, tantangan kebangsaan hari ini tidak dapat dijawab hanya dengan kecakapan teknis dan administrasi, melainkan menuntut integritas moral, perawatan kepercayaan, dan penataan dialog.
"Dalam membaca ulang perjalanan bangsa, saya melihat bahwa tantangan hari ini tidak dapat dijawab hanya dengan kecakapan teknis dan administrasi. Pemimpin juga harus mampu menjaga integritas moral, merawat kepercayaan, menata dialog, dan mempersatukan kepentingan," ujarnya.
Ia menambahkan kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah kepemimpinan yang transenden sekaligus operasional, yakni yang mampu menerjemahkan visi jangka panjang ke dalam kebijakan terukur, konsisten menegakkan nilai, tetapi fleksibel dalam inovasi.
"Pemimpin seperti inilah yang akan menuntun bangsa keluar dari paradoks sejarahnya dan membawa transformasi menuju peradaban yang lebih adil, unggul, dan berkelanjutan," kata Sultan.
Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Basuki Hadimuljono mengatakan Indonesia saat ini sedang dilanda bencana alam dan ada pengetatan fiskal.
Kedua hal tersebut menguji kemampuan leadership semua pemimpin untuk dapat menghasilkan penyelesaian persoalan dengan kebijakan yang tepat.
Alumnus Fakultas Teknik Geologi UGM ini menyampaikan bahwa kreativitas dan inovasi para pemimpin justru tumbuh ketika mereka menghadapi persoalan besar dan harus merumuskan solusi yang tepat.
"Kreativitas seseorang dalam menghadapi masalah itu bukan karena soalnya yang susah, tetapi tentang bagaimana kita menjawab soal itu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.