SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,saat ditemui wartawan di Kepatihan, Jumat (17/10/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan bantuan biaya hidup bagi 1.296 mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana tetap berlanjut. Perpanjangan dukungan ini diberikan agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan tanpa harus menghadapi risiko putus kuliah.
“Prinsipnya, jangan sampai ada dari 1.296 mahasiswa tersebut yang DO karena orang tuanya tidak mampu mengirim lagi. Jangan sampai,” ujar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kompleks Kepatihan, Selasa (13/1/2026).
Sultan mengungkapkan, perpanjangan bantuan ditempuh lewat skema estafet pendanaan antara sektor perbankan dan Pemda DIY. Tahap awal dilakukan oleh perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) DIY dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY, sebelum nantinya dilanjutkan sepenuhnya oleh Pemda DIY.
“Nanti akan disambung dari pemda selama enam bulan, dengan harapan dalam waktu tersebut orang tua sudah bisa membantu kembali,” jelas Sultan.
Pada masa transisi, sektor perbankan mengalirkan tambahan dana sebesar Rp500 juta. Suntikan dana ini diproyeksikan mencukupi kebutuhan biaya hidup mahasiswa selama kurang lebih 1,5 bulan sebelum skema dilanjutkan Pemda DIY.
“Yang terpenting, mahasiswa menerima biaya hidup untuk mengurangi beban orang tua,” tambah Sultan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Sri Darmadi Sudibyo menyebut dukungan itu merupakan bentuk konsistensi sinergi antar-lembaga untuk menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak bencana. Penyaluran tetap dilakukan melalui Bank BPD DIY seperti mekanisme sebelumnya.
“Kami menyampaikan dana biaya hidup ini agar teman-teman mahasiswa bisa terus bersekolah dan menyelesaikan studinya dengan baik,” ucap Sri Darmadi.
Program bantuan ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang dirancang berlangsung selama enam bulan. Dengan adanya dukungan tambahan dari sektor perbankan, Sri Darmadi berharap keluarga mahasiswa terdampak bencana memiliki ruang waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi ekonomi.
Setiap mahasiswa tercatat menerima bantuan sekitar Rp300.000 per bulan yang disalurkan melalui kelompok mahasiswa di bawah pengelolaan Bank BPD DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.