Berbisnis Butuh Kepercayaan

Wisnu Wardhana (Wisnu)
Wisnu Wardhana (Wisnu) Kamis, 05 April 2018 05:50 WIB
Berbisnis Butuh Kepercayaan

Pembicara dari kanan Aditya Kurniawan, Timbul Raharjo, Danang Wahyu Broto, dan Haniayah serta paling kiri moderator./Harian Jogja-Wisnu Wardhana

Harianjogja.com, JOGJA— Berbisnis atau menjalankan sebuah usaha membutuhkan kepercayaan dari klien atau pelanggan.

Kepercayaan ini penting agar mereka mau lagi memesan produk yang dihasilkan dan juga bisa menjadi promosi bagi usaha yang dibuat.

Soal kepercayaan dalam berbisnis ini diungkapkan Timbul Raharjo, pemilik usaha gerabah dari Kasongan, Bantul. Selain Timbul, pembicara lain adalah Aditya Kurniawan, Editor Penerbit Graha Ilmu, Anggota Komisi D DPRD DIY Danang Wahyu Broto, dan Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Bantul Haniayah dalam acara bedah buku tentang wirausaha yang digelar Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY .

Dalam paparan diskusi Timbul memberi contoh tentang order yang harus selesai tepat pada waktunya sesuai dengan perjanjian. “Kalau kita terlambat maka pelanggan akan bercerita pada yang lain dan akhirnya akan membuat kepercayaan pelanggan menjadi hilang,” katanya, Rabu (4/4/2018).

Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja itu juga mengungkapkan sejak 2000, mulai ada pelajaran tentang entrepreneurship. Ini yang membuat saat ini makin banyak usaha-usaha baru.

Tetapi untuk menjadi pengusaha, selaian kepercayaan mereka juga harus pandai dan ulet. Kepandaian ini bermanfaat dalam membuat kreasi-kreasi baru untuk produknya dan ulet bermanfaat karena akan membuat pengusaha menjadi konsisten dan tidak mudah menyerah ketika memulai usaha.

Timbul bercerita dirinya secara rutin akan pergi ke berbagai negara untuk melihat tren terkini. Dari tren-tren tersebut dia akan membuat produk yang berkualitas dan bisa diserap pasar tanpa harus meniru produk yang sudah ada.

Di Kasongan, menurut Timbul, saat ini tidak hanya usaha keramik karena di tempat tersebut muncul berbagai macam usaha baru. Dia sendiri kini juga tidak hanya berkecimpung di bisnis keramik tetapi juga usaha yang lain.

Adapun Haniayah menyatakan dengan menjadi pengusaha maka seseorang paling tidak bisa membantu orang lain dengan menciptakan lapangan kerja. “Saat ini pemerintah daerah juga mempermudah izin untuk usaha. Pemilik usaha sekarang tidak perlu datang ke kabupaten untuk mencari izin usaha mikro. Mereka cukup datang ke kecamatan untuk mendapatkan izin tersebut," kata Haniayah.

Dukungan untuk pengusaha mikro juga diungkapkan oleh Danang. Menurut dia ada banyak program-program yang dibuat untuk membuat sesorang mudah menjadi pengusaha. Dia menyebut, kendala untuk menjadi pengusaha selama ini adalah produk, modal, pemasaran dan kalau usaha menjadi besar adalah soal perizinan.

Untuk modal, saat ini banyak program dengan bunga pinjaman yang murah, seperti Mikro Makaryo di Bank BPD DIY, kredit usaha rakyat, program bantuan pemerintah dengan bunga hanya 3% dan juga program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online