Viral Anak Ayam Jadi Suvenir Pernikahan Rangga dan Nunu Tuai Kritik Warganet
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Ilustrasi UNBK./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN-Seorang siswa SMAN 1 Pakem terpaksa harus menjalani ujian nasional di rumahnya di kawasan Depok, Sleman dalam rangkaian pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA, Senin (9/4/2018). Siswi atas nama Sherina dari kelas IPS 2 itu tidak memungkinkan menjalani ujian di sekolahnya karena sakit TBC tulang yang diderita sejak tiga bulan terakhir.
Kepala SMAN 1 Pakem Sleman Kristya Mintarja menjelaskan, ada satu siswanya atas nama Sherina dari jurusan IPS yang tidak bisa mengikuti UNBK karena sakit. Pihaknya memberikan pelayanan dengan mengirim tim pengawas ke rumah siswa tersebut pada pelaksanaan ujian hari pertama.
"Sebenarnya orang tuanya mau mengantar ke sekolah dengan menyewa mobil agar bisa mengikuti UN, tetapi kami sampaikan biar tim kami yang datang ke rumah agar tidak memberatkan," terangnya kepada Harianjogja.com, Senin (9/4/2018) pagi.
Kristya menambahkan, pihaknya menggunakan soal sistem remote dari pusat untuk dapat mencetak soal ke kertas. Pihaknya sebelumnya sudah mendaftarkan ke Disidkpora DIY dan pusat agar mendapat perlakuan khusus dalam pelaksanaan UNBK. Sehingga pengerjaan soal dilakukan secara manual. "Nanti sesi kedua tim kami yang ke rumah," ujarnya.
Kristya sendiri mengaku iba dengan kondisi siswanya tersebut, tetapi ia bersama guru terus berusaha memberikan semangat. Sakit yang diderita sebenarnya baru terjadi sejak tiga bulan terakhir. Menurut informasi yang ia dapatkan dari pihak keluarga, siswi itu menderita TBC tulang. Karena sebelum itu, Sherina baik-baik saja dan selalu ceria saat di sekolah.
Pada awalnya tetap memaksakan masuk dengan menggunakan bantuan alat. Bahkan teman di kelasnya dengan penuh kasih sayang mengangkat saat masih bisa ke sekolah. Tetapi setelah menjalani operasi, tidak memungkinkan lagi untuk berangkat ke sekolah. Bahkan saat pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), tim guru dan pengawas juga datang ke rumah untuk memberikan pelayanan agar dapat mengikuti ujian.
"Kami itu mbrebes mili [menangis], karena sebelumnya baik-baik saja. Bahkan kami memindah kelasnya dari awalnya di atas menjadi di lantai dasar agar memudahkan dia, karena semangat belajarnya tinggi," ucapnya.
Kristya mengakui, siswi IPS 2 itu termasuk unggul di bidang akademik. Bahkan menjadi salah satu andalan SMAN 1 Pakem dalam menghasilkan nilai terbaik dalam UNBK 2018. "Dia pandai, semangat belajarnya tinggi, dan termasuk menjadi salah satu andalan kami. Kami berdoa semoga segera sembuh, sehat kembali," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.