Bupati Gunungkidul Ajak ASN Nglarisi Pasar Tiap Jumat Awal Bulan
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Ilustrasi sapi./IST
Harianjogja.com, Bantul--Penyembelihan sapi betina di wilayah Bantul masih terjadi. Hal ini berdasarkan temuan pencegahan penyembelihan sapi betina di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pemotongan Hewan Bantul.
Data dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, hingga Selasa (10/4/2018), UPT RPH telah mencegah penyembelihan sapi betina produktif sebanyak sepuluh ekor. Upaya pencegahan pun terus dijalankan karena setiap bulan ada 30-an sapi betina akan disembelih.
Kepala Disperpautkan Bantul Pulung Haryadi mengatakan potensi penyembelihan sapi betina produktif masih ada. Menurut dia, potensi ini terlihat dari pencegahan penyembelihan yang dilakukan oleh UPT RPH.
“Kalau ada yang dicegah berarti yang mau disembelih ada,” kata Pulung kepada wartawan, Rabu (10/4/2018).
Dia menjelaskan setiap bulan ada sekitar 30 sapi betina yang akan disembelih. Namun upaya tersebut berhasil dicegah oleh UPT RPH. Pencegahan dilakukan karena penyembelihan sapi betina produktif masuk ke ranah pidana. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No.14/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan, pasal 18 ayat 4. Di dalam pasal itu mengatur tentang larangan menyembelih ternak ruminansia betina produktif.
“Di dalam aturan ini termasuk sapi betina tidak boleh disembelih. Sebab, kalau melanggar bisa terancam pidana penjara maksimal tiga tahun dan denda sedikitnya Rp100 juta hingga paling banyak Rp300 juta,” ujarnya.
Adanya aturan ini, Pulung mengakui terus memyosialisasikan larangan menyembelih sapi betina produktif.
“Kalau sampai [ketahuan menyembelih sapi betina produktif] pemilik akan celaka dua kali karena sudah kehilangan sapi, juga terancam pidana. Jadi sebelum terjadi, kami terus lakukan sosialisasi,” katanya lagi.
Larangan penyembelihan sapi betina produktif untuk meningkatkan populisasi sapi. Hingga saat ini, jumlah sapi di Bantul mencapai 56.000 ekor.
“Agar populasi terus bertambah maka ada larangan menyembelih sapi betina produktif. Untuk tahun ini, kami menargetkan ada 34.000 ekor sapi wajib bunting sehingga jumlah populasi di Bantul bisa terus bertambah,” katanya.
Ketua Paguyuban Daging Sapi Segoroyoso (PDSS) Ilham Ahmadi mengatakan sosialisasi larangan menyembelih sapi betina produktif telah dilakukan oleh Diperpautkan Bantul maupun kepolisian.
“Sosialisasi sudah pernah diberikan yang intinya dilarang menyembelih sapi betina produktif karena bisa masuk kategori pidana,” kata Ilham.
Menurut dia, larangan ini menimbulkan dilema di pasaran karena membuat harga jual sapi betina jadi menurun. “Semua takut kalau terkena pidana. Mungkin agar lebih jelas, silakan cek ke pasar karena banyak masyarakat yang khawatir dengan adanya larangan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.
Produksi kapas Brasil, Australia, dan AS diproyeksi turun pada 2026/2027, sementara stok dunia menurun dan harga global berpotensi naik.
UGM menegaskan penanganan dugaan kekerasan seksual dilakukan transparan dengan mengutamakan keselamatan, hak, keamanan, dan pemulihan korban.