Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
GKR Mangkubumi bersama kerabat keraton membuat kue apem dalam upacara Ngapem di Bangsal Sekar Kedaton, Kompleks Keputren, Keraton Ngayogyakarta, Jogja, Sabtu (14/04/2018)./ Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Puncak acara Tingalan Jumenengan Dalem atau rangkaian upacara peringatan penobatan tahta Sri Sultan HB X dilaksanakan pada Minggu (15/3/2018).
Puncak acara dalam rangkaian peringatan ini bukan berupa resepsi atau perayaan, tapi berbentuk selamatan (sugengan). Wakil Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat KPH Yudahadiningrat mengatakan sugengan digelar dengan disertai doa bersama itu dihadiri oleh kerabat Keraton dan abdi dalem. Sugengan digelar untuk memohon kepada Tuhan agar memberikan berkah kepada Keraton dan juga HB X.
Agar berjalan lebih khidmat, kata dia, sugengan itu sengaja di gelar tertutup, baik bagi umum maupun awak media. "Agar beliau [HB X] diberikan kemampuan untuk memimpin Keraton dan masyarakat [dengan baik], supaya beliau bisa mengayomi dan menyejahterakan abdi dalem dan masyarakat Jogja," ucap KPH Yudahadiningrat seusai acara.
Ia melanjutkan, Tingalan Jumenengan Dalem bukan sebuah acara yang penuh dengan keramaian. Sebelumnya pada Sabtu (14/3). Telah dilaksanakan ritual ngapem. Sesuai dengan namanya, ngapem berarti prosesi membuat kue apam.
Ritual ngapem, sambungnya, bermakna memohon maaf atau ampun. Dia berharap ritual ngapem itu bisa membuat langkah HB X dalam memimpin rakyatnya, bisa jauh lebih diberkati oleh Tuhan.
"HB X meminta maaf kepada tuhan apabila memimpin ada kekurangan dan kesalahan."
Sebagai informasi, HB X naik tahta pada hari Selasa Wage tanggal 29 Rejeb Wawu 1921 atau bertepatan dengan tanggal 7 Maret 1989.
Berdasarkan penanggalan Jawa, maka tahun ini HB X genap bertahta selama 30 tahun. Tingalan Jumenengan Dalem diawali dengan ritual ngebluk pada Jumat (13/4/3018) dan diakhiri dengan labuhan pada Senin (16/4/2018). ( I Ketut Sawitra Mustika )
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.