Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Himpunan Mahasiswa UIN Yogyakarta dari Cilacap (Himmahsuci) melihat proses produksi berita di Harian Jogja, Senin (26/4/2018). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta belajar jurnalistik di Harian Jogja, Senin (16/4/2018). Bukan hanya belajar tentang jurnalisme surat kabar, mereka juga belajar tentang cara menulis yang baik.
Para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa UIN Yogyakarta dari Cilacap (Himmahsuci) ini diterima langsung oleh Pemimpin Redakai Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono. Dari paparan awal tentang produksi media, kegiatan tersebut berkembang menjadi tanya jawab yang menarik.
Salah satu peserta, Assarim Mujamil menanyakan tentang bagaimana cara menulis yang baik. "Bagaimana caranya agar seorang pemula bisa membuat tulisan yang menarik untuk dibaca," tanya mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah semester 4 tersebut.
Menjawab pertanyaan tersebut, Anton mengungkapkan kunci menulis yang baik selain bakat adalah latihan yang telaten. "Berlatihlah menjiwai apa yang Anda tulis ajar jadi tulisan yang bisa menyentuh hati pembacanya," jelasnya.
Nauval Akmal, mahasiswa jurusan Hukum menanyakan tentang jenis tulisan yang dimuat di Harian Jogja. Anton menjawabnya dengan tiga jenis berita yakni straight news (berita langsung), soft news atau feature dan indepth news atau berita mendalam yang biasanya berupa laporan investigasi.
Wartawan Harian Jogja, katanya, harus bisa menulis semua jenis berita tersebut. Khusus indepth news, maka redaksi akan membentuk tim yang bertugas untuk membuat sebuah liputan mendalam. Setiap anggota ditugasi menulis dari sisi yang berbeda-beda.
Pertanyaan menarik diungkapkan oleh Mayli Izzatul yakni apakah mengirim tulisan ke Harian Jogja itu berbayar dan apakah semua tulisan yang masuk ke Harian Jogja pasti dimuat?
Menjawab pertanyaan itu, Anton menegaskan berita di Harian Jogja terbuka untuk semua kalangan dan bidang kehidupan tanpa dipungut biaya. Namun, sebuah tulisan yang masuk akan disaring oleh redaksi apakah layak muat atau tidak.
Anton menambahkan wartawan tidak boleh menulis berita bohong. "Wartawan harus menulis sesuai fakta. Perhatikan rambu-rambunya dalam aturan dan etika menulis," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.