Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
suasana seminar Penguatan pendidikan karakter oleh guru dalam menjaga nilai kebangsaan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (18/4/2018)./JIBI-Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Penguatan pendidikan karakter oleh guru dalam menjaga nilai kebangsaan menjadi tema besar seminar pendidikan yang diikuti ribuan guru se-Gunungkidul, di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Rabu (18/4/2018).
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan peran guru sangat penting untuk menumbuhkan karakter berbudi luhur generasi muda bangsa. Adapun karakter yang diharapkan mampu ditumbuhkan oleh guru ialah mandiri, berfikiran maju, berdaya saing, serta dipenuhi wawasan Indonesia.
"Dengan seperti itu nanti generasi muda bisa lebih baik dan maju," ujarnya, kemarin.
Bahron menambahkan penguatan karakter juga merupakan cara peningkatan mutu layanan pendidikan. "Kita sedang berada di program Kemendikbud yakni peningkatan mutu serta layanan pendidikan," kata dia.
Sementara itu Asisten Bidang Pemeritahan dan Kesejahteraan Kabupaten Gunungkidul Sudodo yang mewakili Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan peran guru dalam menumbuhkan karakter bangsa merupakan cara untuk menangkal dampak buruk perkembangan zaman. Salah satunya adalah efek negatif tumbuhnya informasi dan teknologi.
"Teknologi informasi yang maju memang menjadikan segala sesuatu lebih efisien dan praktis, tapi di sisi lain berpotensi negatif jika penggunanya kurang bijak, maka dari itu perlu ada penguatan karakter oleh para guru," ucapnya.
Sudodo menjelaskan pendidikan penguatan karakter tidak hanya dilakukan di internal lembaga pendidikan semata, tapi juga mencakup ke kegiatan sehari-hari. "Pendidikan karakter berbangsa ini tidak hanya dilakukan di kelas tapi juga di luar kelas, bisa dengan mencontohkan diperilaku sehari-hari," ujar dia.
Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri Gunungkidul Aris Wijayanto yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar tsrsebut mengatakan sebelum guru menanamkan karakter ke anak didiknya, diharapkan sudah membentuk karakter sendiri. Hal tersebut sebagai contoh langsung kepada anak didik. "Anak-anak cenderung meniru apa yang kita lakukan, makanya kita harus memberi contoh ke mereka yang baik," ujarnya.
Atas hal itu ia berharap pendidikan karakter yang baik harus ditanamkan dalam diri sendiri. "Kalau kita sudan menjiwai [karakter] kita akan sadar dan mampu menamakannua ke dalam anak didik kita," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.