Soundsations '100 Kota 1 Bahasa' Pukau Jogja

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Sabtu, 21 April 2018 09:17 WIB
Soundsations '100 Kota 1 Bahasa' Pukau Jogja

Soundsations./Ist-Panitia

Harianjogja.com, JOGJA-Gelaran Soundsations "100 Kota 1 Bahasa" menjadi ajang berkumpul dan berkarya bagi komunitas kreatif. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme pengunjung cukup tinggi.

Penyelenggara Soundsations \'100 Kota 1 Bahasa\', Dita Wiendra Adriati dari Gong Production mengatakan, gelaran Soundsations \'100 Kota 1 Bahasa\' bertujuan untuk mengajak berbagai komunitas kreatif di Jogja agar saling menginspirasi.

Jogja katanya, selama ini tidak pernah lepas dengan identitasnya sebagai kota seni. "Berbagai komunitas kreatif berkaya untuk menunjukkan ekspresinya. Di sini kami ingin mereka saling menginspirasi," kata dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (20/4/2018) malam.

Soundsations \'100 Kota 1 Bahasa\' merupakan bentuk semangat \'go ahead\' dari berbagai komunitas kreatif Jogja. Karya-karya mereka inilah yang menyatukan para seniman untuk menunjukkan bagaimana identitas kreatif di Jogja. "Ini tentunya patut diapresiasi," kata Dita.

Melalui gerakan Habis Gelap Terbitlah Terang: 100 Persen YK, Dita ingin menunjukkan komunitas seni dan karyanya adalah potret kreativitas unik dan asli dari Jogja. Ratusan anggota komunitas vespa sejak sore melakukan konvoi. Tidak ketinggalan pula, berbagai anggota komunitas fotografi mengabadikan momentum tersebut.

Beragam karya fotografi Soundsations juga dipamerkan. Karya tersebut menunjukkan tempat bersejarah yang khas dari Jogja. Mulai model menggunakan pakaian tradisional Jawa hingga bangunan haritage khas Jogja.

Aksi \'live painting\' helm yang dilakukan Farid Stevy dan Kurniawan \'Iwe\' Ramadhan pada malam hari juga menyita perhatian pengunjung. Kolaborasi \'live painting\' dilanjutkan dengan gelaran musik dari musisi ternama asal Jogja seperti Shaggy Dog,  FSTVLST, Pigs Camel, Rebellion Rose, Gie, dan Sriplecit menghentak panggung.

"Kami ingin menunjukkan para pegiat seni itu luar biasa kreatifnya. Inilah yang membuat Jogja dikenal dengan seni kreatifnya," kata Farid Stevy.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online