Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Keroncong Plesiran, Sabtu (21/4/2018) malam./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pariwisata DIY bersama-sama dengan pengelola kawasan wisata Mangunan menggelar acara Keroncong Plesiran di objek wisata Lintang Sewu, Sabtu (21/4/2018) malam. Acara ini digelar sebagai upaya melestarikan kesenian musik kerongong di Indonesia.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi mengatakan, pergelaran Keroncong Plesiran di kawasan wisata Lintang Sewu merupakan bagian dari kegiatan Festival Kesenian Alam Terbuka (Festisaka) 2018. Menurut dia, acara ini tidak hanya mengenalkan objek wisata di kawasan. Namun, Keroncong Plesiran juga sebagai sarana melestarikan kesenian musim keroncong di era modern.
Untuk pelestarian, sambung Aria, seluruh pemain musik yang hadir berasal dari kalangan anak muda. Selain itu, lagu-agu yang dinyanyikan tidak hanya asli lagu kerconcong, tapi banyak lagu-lagu anak muda yang dikreasikan untuk dibawakan dalam acara tersebut.
“Ini bisa dibilang sebagai acara melestarikan musik keroncong ala anak muda karena semua yang hadir berbau anak-anak muda,” katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu.
Menurut dia, acara keroncong plesiran akan digelar secara rutin. Untuk lokasi penyelenggaraan, Dinas Pariwiata DIY tidak fokus di satu tempat karena lokasinya bisa berpindah-pindah di objek wisata alam di DIY.
“Nanti bisa pindah-pindah seperti ke Gunung Api Purba Nglanggeran, Waduk Sermo atau kawasan wisata lainnya. Jadi inti kegiatan ini, selain mengenalkan objek wisata juga sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi yang dimiliki bangsa,” katanya.
Meski bertempat di alam terbuka, Keroncong Plesiran berhasil menarik minat wisatawan untuk menghadiri konser tersebut. Ratusan pasang mata pun terlihat asyik melihat pertunjukan tersebut sampai tuntas.
“Meski acara digelar malam, tapi saya cukup senang bisa menyaksikan konser musik keroncong ini,” kata Dwi Kurniawan, salah seorang pengunjung asal Jogja.
Menurut dia, keasyikan konser tersebut tidak hanya sebatas pertunjukan musik keroncong. Namun, pengunjung yang datang juga dapat melihat kerlap-kerlip lampu di Kota Jogja dari jarak jauh. “Tak hanya itu, lampu-lampu yang disiapkan panitia untuk acara juga bagus dan terkesan romantic,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.