Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Siswa SMP Negeri 2 Sewon saat mengerjakan soal UNBK di hari pertama ujian, Senin (23/4/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Tiga siswa SMP di Bantul terpaksa mengerjakan soal ujian dengan menggunakan kertas. Kebijakan ini dilakukan karena ketiganya merupakan anak berkebutuhan khusus yang takut dengan komputer.
Kepala SMP Negeri 2 Sewon Harjiman mengatakan ketiga siswa yang tidak menggunakan komputer telah mendapatkan izin khusus untuk mengerjakan soal menggunakan kertas. Kebijakan ini dilakukan karena ketiganya takut dengan komputer sehingga tidak bisa mengerjakan soal UNBK.
"Nanti dalam tes akan ada keterangan bahwa siswa tidak bisa menggunakan komputer karena jika menggunakan perangkat itu ketiganya akan takut dan drop mentalnya. Oleh karenanya kami minta dispensasi khusus ke dinas kabupaten maupun provinsi," kata Harjiman kepada wartawan, Senin (23/4/2018).
Dia menjelaskan teknis pelaksnaan ujian bagi ketiga siswa, sekolah mengunduh soal UNBK kemudian dikerjakan secara manual. Selain itu, ketiganya juga akan tetap mendapatkan pendamping khusus dari guru Sekolah Luar Biasa. "Sebenarnya di tempat kami [SMP Negeri 2 Sewon] ada lima siswa berkebutuhan khusus, tapi yang dua bisa mengerjakan seperti siswa normal sehingga bisa mengerjakan dengan komputer," katanya.
Kepala Disdikpora Bantul Didik Warsito membenarkan ada tiga siswa yang mengerjakan soal dengan menggunakan kertas. Menurut dia, hal tersebut bukan menjadi masalah dikarenakan keterbatasan para siswa.
"Mereka adalah siswa anak berkebutuhan khusus, jadi tidak masalah mengerjakan soal dengan kertas. Apalagi sudah mendapatkan izin khusus," kata Didik.
Terkait pelaksanaan UNBK di hari pertama, dia mengaku belum ada masalah dan secara umum berjalan Lanjar. Meski demikian, ia mendapatkan laporan ada siswa yang harus menginap di sekolah karnea masalah kesehatan.
"Siswa yang menginap ada di SMP Negeri 1 Banguntapan. Sedang satu siswa di SMP Negeri 4 Pandak juga sakit tapi bisa datang mengerjakan soal," katanya.
Bupati Bantul Suharsono saat sidak ke SMP Negeri 2 Sewon meminta kepada jajarannya untuk benar-benar memperhatikan kelancaran ujian. Ia mencontohkan saat ada siswa yang sakit harus bisa diberikan fasilitas sehingga dapat melaksanakan ujian dengan baik. "Sudah saya instruksikan agar dibantu sehingga mereka yang mendapatkan halangan tetap bisa melaksanakan ujian ," kata Suharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Manajer KDMP mengeluhkan ketidakjelasan kerja, penempatan jauh dari domisili, hingga mekanisme relokasi setelah menerima PKWT.
Mark Zuckerberg mengaku tak memiliki gelar sarjana saat dicecar soal dasar menilai risiko beauty filter Instagram terhadap pengguna muda.