35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Foto ilustrasi markas Brimob dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polda DIY bersiap membangun Markas Komando (Mako) Brimob di kawasan pesisir Kabupaten Gunungkidul. Lokasi yang dipilih berada di Padukuhan Wonosobo 1, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, dengan memanfaatkan lahan Sultan Ground (SG) seluas sekitar 1,8 hektare.
Rencana pembangunan Mako Brimob Polda DIY tersebut sebenarnya telah bergulir sejak 2023. Saat itu, jajaran kepolisian melakukan survei sekaligus pengecekan lokasi sebagai bagian dari tahapan awal sebelum pembangunan dilaksanakan.
Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto, mengatakan lahan yang akan digunakan berada di kawasan Bulak Kelis, Padukuhan Wonosobo 1, dengan jarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini.
"Lahannya merupakan tanah Sultan Ground dan berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini," kata Dwi saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Pemerintah Kalurahan Banjarejo menyambut positif rencana pembangunan Mako Brimob tersebut. Menurut Dwi, pihaknya juga telah membantu melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang diperlukan dalam proses pemanfaatan tanah SG.
Ia mengungkapkan, berdasarkan perkembangan terbaru, persoalan perizinan lahan telah selesai karena izin pemanfaatan Sultan Ground sudah diterbitkan.
"Info dari perkembangan terkini, untuk lahan sudah tidak ada masalah karena telah mendapatkan izin dalam rangka pemanfaatan tanah SG," katanya.
Terkait pelaksanaan pembangunan, Dwi menegaskan seluruh proses menjadi kewenangan Polda DIY sebagai instansi pelaksana program. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan Mako Brimob Polda DIY ditargetkan mulai berlangsung pada tahun ini.
"Informasinya mulai dibangun tahun ini dan mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Mako Brimob di kawasan pesisir tersebut. Menurutnya, keberadaan markas baru itu tidak hanya memperkuat aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
"Kami menyambut baik rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul. Ini akan menambah kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Gunungkidul," kata Endah, yang akrab disapa Mbak Endah, seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar proses pembangunan berjalan lancar. Menurutnya, kehadiran Mako Brimob Polda DIY di Gunungkidul diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan di Bumi Handayani.
"Kami siap mendukung dan membantu kelancaran proses pembangunan, sesuai dengan kewenangan kami. Mudah-mudahan keberadaan mako di Gunungkidul diharapkan sinergi antara pemkab dengan pihak kepolisian semakin kuat dalam menciptakan kondisi yang aman, tertib, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Bumi Handayani," katanya.
Sementara itu, Kasubid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, membenarkan adanya rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul. Namun, hingga saat ini Polda DIY belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai jadwal maupun tahapan pelaksanaan proyek tersebut.
"Kalau pembangunan sudah dimulai akan kami kabari," tulis Verena melalui pesan WhatsApp.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Delapan biksu tewas setelah ditabrak mobil bak terbuka yang dikemudikan bocah berusia 11 tahun di Provinsi Mukdahan, Thailand.
Korban gempa Venezuela terus bertambah. Sebanyak 12.400 orang terluka, 2.295 meninggal, sementara tiga WNI dipastikan selamat.
Program Makan Bergizi Gratis di DIY telah menjangkau 888.963 penerima hingga Mei 2026 dengan realisasi anggaran mencapai Rp835,55 miliar.
Swiss memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Aljazair 2-0 lewat gol Breel Embolo dan Dan Ndoye.
Raja Juli Antoni membantah menerima gratifikasi dalam kasus OTT Bupati Kuansing dan menegaskan amplop telah dikembalikan sebelum OTT KPK.