Tak Cuma Droping, TNI Bangun 18 Sumur Bor untuk Warga Gunungkidul
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Foto ilustrasi markas Brimob dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polda DIY bersiap membangun Markas Komando (Mako) Brimob di kawasan pesisir Kabupaten Gunungkidul. Lokasi yang dipilih berada di Padukuhan Wonosobo 1, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, dengan memanfaatkan lahan Sultan Ground (SG) seluas sekitar 1,8 hektare.
Rencana pembangunan Mako Brimob Polda DIY tersebut sebenarnya telah bergulir sejak 2023. Saat itu, jajaran kepolisian melakukan survei sekaligus pengecekan lokasi sebagai bagian dari tahapan awal sebelum pembangunan dilaksanakan.
Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto, mengatakan lahan yang akan digunakan berada di kawasan Bulak Kelis, Padukuhan Wonosobo 1, dengan jarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini.
"Lahannya merupakan tanah Sultan Ground dan berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini," kata Dwi saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Pemerintah Kalurahan Banjarejo menyambut positif rencana pembangunan Mako Brimob tersebut. Menurut Dwi, pihaknya juga telah membantu melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang diperlukan dalam proses pemanfaatan tanah SG.
Ia mengungkapkan, berdasarkan perkembangan terbaru, persoalan perizinan lahan telah selesai karena izin pemanfaatan Sultan Ground sudah diterbitkan.
"Info dari perkembangan terkini, untuk lahan sudah tidak ada masalah karena telah mendapatkan izin dalam rangka pemanfaatan tanah SG," katanya.
Terkait pelaksanaan pembangunan, Dwi menegaskan seluruh proses menjadi kewenangan Polda DIY sebagai instansi pelaksana program. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan Mako Brimob Polda DIY ditargetkan mulai berlangsung pada tahun ini.
"Informasinya mulai dibangun tahun ini dan mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Mako Brimob di kawasan pesisir tersebut. Menurutnya, keberadaan markas baru itu tidak hanya memperkuat aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
"Kami menyambut baik rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul. Ini akan menambah kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Gunungkidul," kata Endah, yang akrab disapa Mbak Endah, seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar proses pembangunan berjalan lancar. Menurutnya, kehadiran Mako Brimob Polda DIY di Gunungkidul diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan di Bumi Handayani.
"Kami siap mendukung dan membantu kelancaran proses pembangunan, sesuai dengan kewenangan kami. Mudah-mudahan keberadaan mako di Gunungkidul diharapkan sinergi antara pemkab dengan pihak kepolisian semakin kuat dalam menciptakan kondisi yang aman, tertib, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Bumi Handayani," katanya.
Sementara itu, Kasubid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, membenarkan adanya rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul. Namun, hingga saat ini Polda DIY belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai jadwal maupun tahapan pelaksanaan proyek tersebut.
"Kalau pembangunan sudah dimulai akan kami kabari," tulis Verena melalui pesan WhatsApp.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Megawati Soekarnoputri menyoroti eksploitasi tambang dan hutan yang dinilai hanya menguntungkan segelintir pihak serta mengancam generasi mendatang.
BGN mempertimbangkan test kit di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan dan mencegah keracunan MBG.
BI mencatat transaksi KKI pemerintah mencapai Rp147,8 miliar pada triwulan II 2026, naik 69,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Prabowo mengapresiasi upacara penurunan bendera HUT Ke-81 RI yang berlangsung tertib dan khidmat di Istana Merdeka.