Satu Bakal Calon Lurah Absen Tes Tambahan di Gunungkidul
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Foto istimewa Kodim 0730/GKKomandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Foto diambil beberapa waktu lalu.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Upaya mengatasi krisis air bersih di Gunungkidul tidak hanya dilakukan melalui penyaluran air menggunakan tangki. Kodim 0730/Gunungkidul juga membangun sumur bor di sejumlah wilayah untuk menyediakan akses air bersih bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, mengatakan penyaluran air menggunakan tangki merupakan langkah jangka pendek ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurutnya, solusi yang lebih berkelanjutan membutuhkan pencarian dan pengembangan sumber air yang dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Upaya tersebut dilakukan melalui program TNI Manunggal Air.
“Penyaluran air bersih menggunakan tangki merupakan solusi jangka pendek. Untuk jangka panjang, maka harus dilakukan pencarian sumber air agar kebutuhannya bisa tetap terjaga, makanya dilaksanakan program TNI Manunggal Air,” kata Alfian, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan TNI Manunggal Air memiliki konsep yang tidak jauh berbeda dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Bedanya, program tersebut secara khusus diarahkan untuk membangun sarana penyediaan air bersih, salah satunya melalui sumur bor.
Dengan adanya sumur bor, masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan air diharapkan dapat memperoleh sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
18 Sumur Bor Dibangun dalam Dua Tahun
Berdasarkan data Kodim 0730/Gunungkidul, sebanyak delapan titik sumur bor telah dibangun pada 2025. Infrastruktur tersebut menjangkau 744 kepala keluarga atau sekitar 3.077 jiwa.
Delapan titik tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Masing-masing satu titik dibangun di Kalurahan Kepek dan Baleharjo, Kapanewon Wonosari; Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk; serta Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen.
Sementara itu, tiga titik sumur bor lainnya dibangun di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar.
Program pembangunan sumur bor dilanjutkan pada 2026 dengan sasaran 10 titik. Pembangunan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah yang membutuhkan akses air bersih.
Lokasi pembangunan antara lain berada di Kalurahan Duwet, Kapanewon Wonosari; Kalurahan Pancarejo, Kapanewon Semanu; Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari; hingga Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen.
“Total selama dua tahun membangun 18 sumur yang bisa memberikan akses air bersih untuk 1.179 KK atau 3.935 jiwa,” kata Alfian.
Gandeng Mitra untuk Perluas Akses Air
Alfian mengatakan pembangunan sumur bor melalui program TNI Manunggal Air tidak dilakukan secara mandiri. Kodim 0730/Gunungkidul menggandeng sejumlah mitra, salah satunya Surya Group Foundation.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan untuk memperluas pembangunan sarana air bersih, terutama di wilayah yang masih menghadapi persoalan kekurangan air saat musim kemarau.
“Pembangunan sumur bor merupakan solusi jangka panjang yang bisa dimanfaatkan masyarakat, makanya kami mengajak teman-teman yang ingin membantu dalam pembangunan sehingga masalah kesulitan air bersih dapat teratasi,” ujarnya.
BPBD Petakan Sumber Air di Gunungkidul
Upaya mengatasi krisis air juga dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melalui pemetaan potensi sumber air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan penanganan kekurangan air tidak cukup hanya mengandalkan distribusi bantuan air kepada masyarakat.
Menurut dia, pemetaan sumber air diperlukan untuk mengetahui lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber air bersih bagi masyarakat.
Beberapa waktu lalu, BPBD Gunungkidul melakukan pemetaan di Padukuhan Bonpon, Kalurahan Pundungsari, Kapanewon Semin, serta Padukuhan Kamal, Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari.
Untuk wilayah Pundungsari, tim menemukan sumber air yang berpotensi dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, survei di Kalurahan Wunung dilakukan bersama tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggunakan metode geolistrik.
Hasil survei menunjukkan adanya potensi sumber air di sekitar lokasi yang dapat dikembangkan melalui pengeboran.
“Rencananya yang mengebor dari tim BNPB. Kalau sudah keluar airnya bisa dimanfaatkan untuk warga sekitar yang seringkali kekurangan air saat musim kemarau,” kata Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.
Miss Austria 2024 Lucia Sisic meninggal di usia 22 tahun setelah berjuang melawan sakit jantung sejak lahir. Simak perjalanan hidup dan duka dari Herzkinder Öst
Jadwal bola malam ini 10-11 September 2026: Liga Champions, Liga Portugal, Copa Libertadores. Bayern, Como, dan MU tampil.
BYD Atto 1 kembali menjadi mobil terlaris di Indonesia pada Agustus 2026 dengan penjualan 5.538 unit, menggeser Daihatsu Gran Max Pikap dari posisi puncak.
Striker Kroasia Ivan Mamut resmi gabung Persija Jakarta untuk Super League 2026/2027. Simak profil, statistik gol, dan komentar Ardhi Tjahjoko.