6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Pemateri memberikan pengarahan dalam Pelatihan Kader Pimpinan Daerah Satria DIY di Hotel Tasnem, Jogja, Senin (23/4/2018)./JIBI-Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA-Para calon anggota legislatif (caleg) yang akan maju pada pemilu mendatang harus memahami Undang-Undang (UU) Keistimewaan DIY. Oleh karenanya, pelatihan dan pembekalan terkait Keistimewaan DIY mutlak dilakukan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh DPD Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) DIY.
Ketua DPD Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) DIY Donny Ardana mengatakan pelatihan melalui pendidikan politik bagi para kader terus dilakukan menyongsong Pemilu 2019.
"Untuk tema pertama kami pilih terkait dengan Keistimewaan DIY. Kami pilih tema itu karena masih banyak yang belum memahami Keistimewaan DIY," ujar di sela-sela pelatihan di Hotel Tasnem Jogja, Senin (23/4/2018).
Terlebih dalam kepengurusan Pimpnan Daerah (PD) Satria DIY yang baru, katanya, ada beberapa pengurus yang bukan asli DIY dan belum mengetahui UU Keistimewaan DIY. Pelatihan tersebut juga bertujuan agar para kader yang akan maju menjadi Caleg Partai Gerindra memahami apa yang akan diperjuangkan.
"Selama ini Partai Gerindra DIY dikenal sebagai pendukung paling depan Keistimewaan DIY, tapi kalau Caleg-nya tidak paham justru mempermalukan Partai," katanya.
Pelatihan kader, lanjutnya, akan dilakukan secara maraton hingga Februari 2019. Pihaknya sudah menyiapkan berbagai tema pelatihan dengan mendatangkan para ahli di bidangnya. "Sudah disiapkan materi dan narasumber yang kompeten di bidangnya," kata Donny.
Dalam kesempatan pelatihan kader pertama, didatangkan guru besar FIB (Fakultas Ilmu Budaya) UGM, Prof Irwan Abdullah. Dalam paparannya Prof Irwan menjelaskan terkait budaya Jawa di Jogja di tengah-tengah banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang masuk ke DIY.
"Ada budaya dominan, yaitu budaya Jawa yang bisa mengikat masyarakat yang tinggal di Jogja," katanya.
Dia juga meminta nilai-nilai budaya Jawa, khususnya yang ada di Keraton Jogja pada tata sosial, bisa diajarkan ke publik. Dirinya mengkritisi kurikulum pendidikan nasional saat ini yang dinilainya kering muatan lokal (mulok). Seperti penerapan bahasa kromo hinggil kepada anak-anak, dinilai perlu dilakukan agar untuk penguatan karakter anak dan Keistimewaan DIY.
"Mulok paling membatik, padahal ada nilai budaya Jawa yang lebih dari itu dan belum diajarkan. Ini yang bisa mendukung Keistimewaan DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Tanggal 31 Juli diperingati sebagai Hari Penjaga Hutan Sedunia, Hari Apresiasi Penjaga Pantai, hingga ulang tahun Harry Potter. Simak daftar lengkapnya.