Exit Tol Jogja-Bawen Ditetapkan di Ringroad Barat

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 26 April 2018 22:17 WIB
Exit Tol Jogja-Bawen Ditetapkan di Ringroad Barat

Kendaraan pemudik melintasi jalan tol Solo-Ngawi di Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar. /Solopos-Nicolous Irawan

Harianjogja.com, JOGJA- Rencana pembangunan ruas jalan Tol Jogja-Bawen terus berlanjut. Exit tol jalur tersebut dipastikan berada di Tirtoadi, Mlati, Sleman atau sebelum masuk ke wilayah ring road Barat.

Anggota Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan DIY, Rani Sjamsinarsi mengatakan penetapan trase jalur tol yang melewati sudah dilakukan. Saat ini, katanya, proyek tersebut dalam proses tender.

"Trase sudah disepakati. Jalur tol yang masuk ke wilayah Jogja [Sleman] elevated [melayang] semua," katanya kepada Harianjogja.com, saat ditemui di Kantor KPU DIY.

Tol melayang tersebut akan dibangun mengikuti Selokan Mataram. Total panjang tol Jogja-Bawen ini sepanjang 71 km. Dari jumlah tersebut hanya 10,7 km saja yang masuk wilayah Jogja. Dengan kesepakatan tersebut pembangunan jalan tol Jogja-Bawen tak akan memotong pemukiman warga sehingga minim pembebasan lahan.

Selain kesepakatan bakal dibangun dengan struktur melayang, penentuan exit tol antara Pemda DIY dengan Pemerintah Pusat juga disepakati. "Untuk exit tol di dekat restoran [Westlake], Ring Road Barat itu. Itu juga sudah disepakati," katanya.

Menurut mantan Kepala Dinas DPU-ESDM DIY ini, pengadaan tanah tetap dilakukan tahun ini oleh pemerintah pusat. Sambil melakukan lelang konsesi operator jalan tol.

"Yang mengurus dan juga dananya dari pusat. Sebab lelangnya nanti melalui konsesi operator jalan tol. Akan dilakukan pertengahan tahun ini," ujarnya.

Berdasarkan catatan Harianjogja.com, jalan Tol Bawen-Jogja rencananya dibagi menjadi dua ruas, yaitu Bawen-Magelang dan Magelang-Jogja. Jalan bebas hambatan ini nantinya tersambung dengan jalur yang sudah ada, yaitu Semarang-Bawen.

Tak hanya soal jalur tol, Rani juga menjelaskan terkait rencana pembangunan trowongan (underpass) di jalan Daendels yang terkena pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo. Menurut Rani, terowongan tersebut memiliki panjang sekitar 700 meter. "Anggarannya dari pemerintah pusat," katanya.

Terowongan itu melintas di bawah kawasan bandara yang berada di wilayah Desa Palihan dan Glagah, Temon. Rencana pembuatan terowongan masih digodok bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera). Menurut rencana dimensi terowongan mencapai 25-30 meter (termasuk bahu jalan) dengan tinggi ruang minimal 5,5 meter.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online