Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Suasana Kegiatan Ikrar Kebangsaan Fatayat NU DIY 2018 di Graha Wana Bhakti Yasa Jogja, Minggu (29/4/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-PW Fatayat NU DIY mengajak semua elemen perempuan se-DIY untuk berikrar mewujudkan Islam yang toleran, moderat, dan berkeadilan. Sudah saatnya kaum perempuan menjadi agen perubahan.
Ketua PW Fatayat DIY Khotimatul Husna mengatakan, untuk mewujudkan Islam yang toleran, moderat dan berkeadilan dibutuhkan sinergi semua pihak. Selama ini Organisasi Fatayat melakukan kerja-kerja advokasi dan program terkait penggembangan ibu dan anak. Meski begitu, kerja-kerja yang dilakukan Fatayat selama ini masih perlu terus ditingkatkan. Terutama diusia yang ke 68 tahun.
"Sudah saatnya semua elemen perempuan se DIY menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Islam yang moderat, toleran dan berkeadilan," katanya di sela-sela Ikrar Kebangsaan dan penandatanganan kesepakatan Perempuan DIY 2018 di Graha Wana Bhakti Yasa Jogja, Minggu (29/4/2018).
Menurutnya, semangat ikrar tersebut lahir karena saat ini muncul kelompok yang ingin mengusik keutuhan NKRI. Bahkan akhir-akhir ini muncul kembali kelompok Islam intoleran, melakukan kekerasan terhadap kemanusiaan, khususnya terhadap perempuan. Fatayat NU, katanya, sebagai sayap perempuan muda organisasi NU selalu berjuang dalam garis perjuangan yang sudah ditegaskan ulama dan kiai.
"Fatayat NU tak akan pernah rela kalau NKRI yang sudah didirikan para pejuang ini dipenuhi konflik, kekerasan, dan pertikaian antar sesama. Kami mengajak semua elemen perempuan untuk bersama-sama menjaga bangsa dan negara ini," katanya.
Fatayat mengajak elemen bangsa untuk mempraktikkan ideologi bangsa dalam keseharian berbangsa dan bernegara. Fatayat juga mengajak semua untuk mengedepankan perdamaian dan menjauhi kekerasan dalam berbagai praktik kehidupan.
"Kaum perempuan harus ikut serta menjadi bagian penting dalam solusi kebangsaan. Ini dikarenakan kekerasan dan krisis kebangsaan harus diselesaikan. Perempuan bisa menjadi agen perubahan," ujarnya.
Ketua Panitia Harlah ke-68 PW Fatayat NU DIY Linda Nurfitria Astuti mengatakan sebagai bagian dari Jogja Istimewa, Fatayat juga mengajak masyarakat menggunakan seluruh sumberdaya dan kearifan lokal dalam kerangka Keistimewaan DIY. Ini penting dilakukan untuk memajukan kebudayaan dan kesejahteraan seluruh warga.
"Selain Harlah Fatayat NU, kami juga menggelar pemilihan Duta Santri. Dari 165 peserta yang masuk menjadi finalis sebanyak 20 peserta," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
BMKG memprakirakan curah hujan Kalsel mulai meningkat Oktober 2026, tetapi lahan masih sangat mudah terbakar pada 22-23 Agustus.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru