Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Warga berkerumun di sekitar Sendang Seliran./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Ratusan warga di kawasan budaya Kotagede mengikuti kiran budaya Ambengan Ageng di pelataran Masjid Agung Kotagede, Minggu (29/4/2018). Kirab budaya tersebut untuk mengiringi prosesi Nawu Sendang Seliran, yang ada di kompleks makam raja-raja Mataram Kotagede.
Kirab budaya di awali dari Balai Desa Jagalan, Banguntapan Bantul, lalu pawai dengan jalan kaki menuju kompleks makam raja-raja Mataram yang berjarak sekitar satu kilometer. Kirab ini membawa dua gunungan berupa sayuran dan makanan tradisional khas warga setempat.
Delapan bergodo dan berbagai kelompok kesenian ikut menjadi bagian mengawal kirab dua gunungan sayur tersebut, serta ratusan masyarakat sekitar. Sampai di pelataran Masjid Agung Kotagede, kedua gunungan tersebut didoakan oleh abdi dalem dan warga yang disaksikan oleh pengageng abdi dalem juru kunci makam raja Mataram Imogiri dan makam raja Mataram Kotagede.
.jpeg)
Usai didoakan, dua gunungan sayur langsung diperebutkan warga di pelataran Masjid. Sementara abdi dalem membawa dua kendi berisi air kembang untuk menguras sendang. Dalam kesempatan tersebut, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi diwakili juru kunci menyerahkan benih ikan lele untuk dilepas di sendang.
Sendang Seliran merupakan bekas pemandian keluarga Kraton. Ada dua sendang di kompleks makam raja-raja Mataram tersebut, yakni Sendang Putri dan Sendang Kakung. Kedua sendang ini berada di selatan tembok makam raja. Konon sendang tersebut dibangun sendiri oleh Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senopati.
Sebagian masyarakat sekitar memercayai air yang mengalir di kedua sendang tersebut dapat membawa berkah. Karena itu masyarakat sekitar ikut berpartisipasi dengan para abdi dalem setiap menguras kedua sendang itu saat menjelang puasa. Namun sejak 2009 lalu, prosesi Nawu Sendang Seliran yang biasanya tertutup itu menjadi terbuka dan bisa disaksikan oleh masyarakat umum.
Ritual Nawu Sendang Seliran kemudian dimeriahkan dengan kirab budaya agar momen tersebut menjadi ajang promosi wisata di wilayah Jagalan Banguntapan Bantul. "Kirab budaya Nawu Sendang Seliran bertujuan untuk menguri-uri kabudayaan, dan lebih memperkenalkan potensi wisata, khususnya di Jagalan, Banguntapann" kata Kepala Desa Jagalan, Banguntapan, Bantul, Gono Santoso.
.jpeg)
Gono mengatakan, hampir semua masyarakat sekitar ikut terlibat dalam mempersiapkan kirab budaya Nawu Sendang Seliran, termasuk para pedagang Pasar Kotagede yang menyumbang sayuran dan makanan lokal.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Bantul Ni Nyoman Yudiriani mengatakan, kegiatan Nawu Sendang Seliran merupakan cerminan pelestarian budaya adhiluhung yang di dalamnya ada nilai-nilai luhur budi pekerti. Kegiatan tersebut juga bisa menjadi alat pemersatu bangsa.
Selain itu, kegiatan yang dikemas dalam bentuk atraksi kirab budaya tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, sehingga pihaknya akan terus berupaya membantu pengemasan dan promosi agar banyak diketahui banyak orang.
"Wisata budaya saat ini menjadi salah satu yang menjadi ciri khas pariwisata yang perlu terus dikembangkan," kata Nyoman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.