Lansia di Ngawen Gunungkidul Tewas Terbakar Saat Membakar Sampah
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mulai memetakan daerah rawan kekeringan pada musim kemarau di tahun ini. Hasilnya, desa-desa di enam kecamatan dinyatakan sebagai daerah rawan.
Kecamatan ini meliputi Dlingo, Imogiri, Pleret, Pajangan, Pundong dan sebagian desa di Kecamatan Pandak. Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan untuk memastikan datangnya musim kemarau, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BMKG DIY. Saat ini, baru memasuki masa transisi dari musim penghujang ke kemarau.
“Untuk persiapan kemarau, kami sudah memetakan dan ada enam kecamatan yang masuk ke zona rawan kekeringan,” katanya, akhir pekan lalu.
Menurut dia, guna mengantisipasi masalah krisis air, BPBD sudah melakukan beberapa persiapan. Untuk jangka pendek, Dwi mengaku sudah menyiapkan program penyaluran air bersih dengan total dana sekitar Rp74 juta yang dipersiapkan untuk memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di daerah rawan.
Untuk jangka panjang, BPBD akan bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bantul untuk menggalakkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) melalui pembuatan sumur bor. Meski demikian, pelaksanaan program ini tidak bisa serta merta langsung dilaksanakan karena harus melalui kajian.
Menurut dia, kajian penting dilakukan untuk mengetahui titik sumber yang potensial sehingga saat diangkat debit air yang dimiliki dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. “Jangan sampai saat dibor ternyata airnya tidak ada. Jadi harus dilakukan kajian dengan benar sehingga sumber air yang ada dapat benar-benar mencukupi kebutuhan air bagi warga,” katanya.
Camat Dlingo Jati Bayu Broto mengatakan di daerahnya masuk dalam wilayah yang rawan kekeringan saat musim kemarau. Menurut dia, ada beberapa desa yang masuk kategori rawan seperti di Mangungan dan Munthuk. “Untuk kekeringan terparah ada di tiga dusun, yakni Dusun Cempluk [Desa Mangunan ] dan Dusun Seropan 1 dan 2 di Desa Munthuk,” katanya.
Menurut dia, untuk mengatasi masalah air bersih, kecamatan akan berkoordinasi dengan BPBD guna penyaluran bantuan. “Kalau sekarang masih aman karena cadangan air masih mencukupi, tapi nanti kalau sudah memasuki masa kemarau panjang akan ada wilayah yang memerlukan bantuan air bersih,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.