Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jogja dilantik di Pondok Pesantren Nurul Umah, Kecamatan Kota Gede, Kota Jogja, Minggu (29/4/2018) malam. /Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, JOGJA-- Nahdlatul Ulama (NU) melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jogja. Mereka diharapkan mampu menjaga dan mempertahankan eksistensi NU di Kota Jogja.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Maksum Machfoed hadir menggantikan Ketua PBNU Prof Aqil Siradj yang batal datang untuk melantik sejumlah pengurus PCNU Kota Jogja di Pondok Pesantren Nurul Umah, Kecamatan Kotagede, Kota Jogja, Minggu (29/4/2018) malam. Dalam sambutannya Guru Besar Agroindustri UGM ini berpesan kepada seluruh pengurus baru agar menjaga eksistensi NU di Kota Gudeg.
"Sebenarnya NU di Jogja ini masih ada atau tidak? Ini menjadi pertanyaan dan tugas yang harus dijawab oleh PCNU Kota Jogja," katanya.
Lanjutnya lagi, PCNU Kota Jogja harus menjaga dan mempertahankan eksistensi NU di Jogja. Oleh sebab itu seluruh program Pengurus Wilayah NU DIY harus didukung sepenuhnya oleh PCNU Kota Jogja agar NU semakin membawa manfaat bagi masyarakat.
Selain itu untuk mempertahankan eksistensi NU, Maksum berpesan kepada seruluh PCNU Kota Jogja mengingat saat bagaimana NU lahir. Pada saat lahirnya NU di awal abad ke-19 bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada penjajahan kebangsaan dan penjajahan keberagaman. Dan menurutnya saat ini hal tersebut masih saja terjadi.
"Penjajahan keberagaman yang terjadi hari ini kadang-kadang musala kalian hilang dirampok. Kalau sama-sama Nahdiyin paling-paling yang hilang sandal. Tapi tetangga kita nyolong itu tidak sandal tapi nyolongnya masjid dan jamaah," katanya.
Dan atas hal itu lah NU didirikan untuk merespon adanya penjajahan keberagamaan dan kebangsaan. Dan dengan dilantiknya PCNU Kota Jogja maka juga punya mandat besar untuk merespon adanya dua penjajahan tersebut dengan melanjutkan program yang telah dirumuskan oleh PBNU.
Sementara itu Wakil Rois Syuriah Pengurus Wilayah NU DIY, Hilmy Muhammad menyampaikan selamat atas terpilihnya PCNU Kota Jogja yang baru.
"Kami menunggu kiprah para pengurus dalam melaksanakan perjuangan kebangsaan kita dan juga perjuangan kita melestarikan, mempertahankan, serta menyebarkan ajaran ahlussunah waljamaah," katanya.
Selian itu, dia juga berharap dengan dilantiknya PNCNU Kota Jogja yang baru akan memberikan dampak yang signifikan bagi warga Nahdiyin. Terlebih menurutnya keberadaan Nahdiyin di Kota Jogja jumlahnya cukup banyak.
"Jadi para pengurus diharapkan jadi penopang utama NU di Kota Jogja. Karena di Jogja ini juga ada UNU [Universitas Nahdlatul Ulama] yang baru berdiri," kata Hilmy yang juga merupakan Wakil Rektor UNU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.