Prabowo Minta Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
Prabowo menyampaikan duka atas kecelakaan Virgo Transport 8 dan meminta investigasi. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Aksi buruh perempuan di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret, Selasa (1/5/2018)./Harian Jogja-M114
Harianjogja.com, JOGJA-Buruh gendong di DIY menuntut pemerintah agar pekerjaan mereka diakui dan mendapat perlindungan dari negara.
Sekitar 500 buruh perempuan dari usia 20 tahun hingga 70 tahun dari berbagai kelompok salah satunya buruh gendong menuntut dan menyuarakan haknya. Dari titik parkir Abu Bakar Ali hingga Kantor Gubernur mereka melakukan aksi menari yang diakhiri di depan monumen Serangan Umum 1 Maret.
Kaum perempuan dari buruh gendong, pekerja rumahan yang bekerja dengan UMKM didampingi dari berbagai LSM ketika melakukan aksi. Rendahnya upah di DIY menjadi pemicu utama mengapa ada tuntutan yang lain.
“Satu upah layak, dua diakui sebagai pekerja, tiga jaminan kesehatan, biar pemerintah itu tau kalo buruh gendong itu ada. Yang paling disampaikan itu diakui sebagai pekerja kan kalo sudah diakui pemerintah tau ada buruh gendonguntuk mengakses jaminan kesehatan, upah layak, pakaian, tempat istirahat,” ujar Sumari, 43, Buruh Gendong di Pasar Giwangan, Selasa (1/5/2018).
Ketua Serikat Federasi Buruh Bantu Warisah mengatakan, pengakuan itu sangat penting karena pekerjaan mereka tidak lepas dari risiko. Jika tidak diakui, maka risiko akan ditanggung oleh para buruh sendiri.
Pekerja rumahan sehari hanya mendapat Rp20.000 hingga Rp30.000, tetapi risiko pekerjaan tetap menanggung sendiri. Sementara untuk buruh gendong, sekali gendong mereka hanya menerima Rp3.000 hingga Rp5.000 dengan beban angkat 60 kg hingga 90 kg.
“Bagaimana pemerintah mengupayakan hak kami, pendapatan sangat minim, kami butuh keselamatan kerja. Karena kami pekerja kami pasti mendapatkan risiko, lalu upah layak bagaimana jika upah hanya sekian padahal harus menanggung alat produksi, listrik, air minum, dan fasilitas kerja kita harus menyediakan sendiri,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo menyampaikan duka atas kecelakaan Virgo Transport 8 dan meminta investigasi. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.