Jembatan Jonge Diperbaiki, Jadi Prioritas Infrastruktur di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Sejumlah siswa SD Seropan saat mengerjakan soal USBN di ruangan yang telah lama tidak dipakai, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Sedikitnya 17 murid SD Seropan di Desa Muntuk, Dlingo, terpaksa melaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 di tempat seadanya. Hal ini terjadi karena gedung utama sekolah rawan longsor sehingga lokasi dipindah ke ruangan kelas yang lama tidak dipakai.
Kondisi yang digunakan untuk ujian jauh dari kelas standar. Hal ini lantaran, kondisi pintu yang sudah mengelupas dan bagian atap tidak ada plafon yang menaungi para siswa. Keadaan darurat yang dialamai para siswa tidak hanya pada saat ujian berlangsung, tetapi kondisi ini sudah terjadi sejak empat bulan yang lalu dan mereka harus melaksanakan proses pembelajaran di tempat darurat.
Kepala Sekolah SD Seropan Wagiran mengatakan pelaksanaan ujian di tempat darurat karena sekolah masuk zona rawan longsor karena terdampak cuaca ekstrem yang terjadi di akhir tahun lalu. Saat itu, kata dia, gedung utama sekolah ambles dan rawan longsor. “Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, kegiatan belajar mengajar di pindah ke kelas darurat di halaman sekolah,” kata Wagiran kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).
Menurut dia, sesuai rencana gedung sekolah akan dipindah ke tempat lebih aman. Kendati demikian, proses perpindahan belum bisa dilakukan karena pembangunan yang masih berlangsung. “Kemungkinan September baru bisa pindah. Jadi untuk sementara harus belajar di kelas darurat,” katanya.
Disinggung mengenai pelaksanaan ujian yang menggunakan ruang kelas yang lama tidak dipakai, Wagiran mengakui hal tersebut terpaksa dilakukan. Ini lantaran jika memaksa menggunakan kelas untuk pembelajaran bisa menyalahi aturan. “Memang lokasi yang digunakan untuk ujian kurang layak, tetapi dari sisi keamanan lebih baik ketimbang di gedung utama milik sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta ujian, Selly Listya mengatakan tetap semangat menempuh ujian di tempat yang seadanya. Ia berharap pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. “Semoga nilai yang saya peroleh bagus,” katanya.
Selly menambahkan sebelum ujian dilaksankaan sekolah juga menyediakan sarapan berupa nasi kotak sebagai bekal untuk mengerjakan soal-soal. “Kami sarapan dulu, setelah selesai masuk ke ruangan untuk mengerjakan soal-soal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.