Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Sejumlah siswa SD Seropan saat mengerjakan soal USBN di ruangan yang telah lama tidak dipakai, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Sedikitnya 17 murid SD Seropan di Desa Muntuk, Dlingo, terpaksa melaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 di tempat seadanya. Hal ini terjadi karena gedung utama sekolah rawan longsor sehingga lokasi dipindah ke ruangan kelas yang lama tidak dipakai.
Kondisi yang digunakan untuk ujian jauh dari kelas standar. Hal ini lantaran, kondisi pintu yang sudah mengelupas dan bagian atap tidak ada plafon yang menaungi para siswa. Keadaan darurat yang dialamai para siswa tidak hanya pada saat ujian berlangsung, tetapi kondisi ini sudah terjadi sejak empat bulan yang lalu dan mereka harus melaksanakan proses pembelajaran di tempat darurat.
Kepala Sekolah SD Seropan Wagiran mengatakan pelaksanaan ujian di tempat darurat karena sekolah masuk zona rawan longsor karena terdampak cuaca ekstrem yang terjadi di akhir tahun lalu. Saat itu, kata dia, gedung utama sekolah ambles dan rawan longsor. “Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, kegiatan belajar mengajar di pindah ke kelas darurat di halaman sekolah,” kata Wagiran kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).
Menurut dia, sesuai rencana gedung sekolah akan dipindah ke tempat lebih aman. Kendati demikian, proses perpindahan belum bisa dilakukan karena pembangunan yang masih berlangsung. “Kemungkinan September baru bisa pindah. Jadi untuk sementara harus belajar di kelas darurat,” katanya.
Disinggung mengenai pelaksanaan ujian yang menggunakan ruang kelas yang lama tidak dipakai, Wagiran mengakui hal tersebut terpaksa dilakukan. Ini lantaran jika memaksa menggunakan kelas untuk pembelajaran bisa menyalahi aturan. “Memang lokasi yang digunakan untuk ujian kurang layak, tetapi dari sisi keamanan lebih baik ketimbang di gedung utama milik sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta ujian, Selly Listya mengatakan tetap semangat menempuh ujian di tempat yang seadanya. Ia berharap pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. “Semoga nilai yang saya peroleh bagus,” katanya.
Selly menambahkan sebelum ujian dilaksankaan sekolah juga menyediakan sarapan berupa nasi kotak sebagai bekal untuk mengerjakan soal-soal. “Kami sarapan dulu, setelah selesai masuk ke ruangan untuk mengerjakan soal-soal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.