Ilustrasi orang tua membacakan buku dongeng kepada anak-anak usia dini./Ist-Hmpaudi DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) dicanangkan secara serentak se-Indonesia pada Sabtu (5/5/2018) lalu dan puncaknya digelar di PAUD Terpadu An-Nuur, Jl Magelang, Krapyak, Triharjo, Sleman.
Nur Cholimah, Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia DIY mengatakan, Gernas Baku adalah gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan PAUD, dan di masyarakat.
“Pelaksanaan Gernas Baku terdiri dari beberapa tahapan. Pada Februari-Maret telah dilaksanakan pertemuan parenting tentang pola asuh, gizi, dan kesehatan sebagai bagian dari literasi terhadap orang tua,” kata Nur Cholimah yang juga dosen Pendidikan Guru PAUD Universitas Negeri Yogyakarta itu melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (7/5/2018).
Adapun pada April, diadakan pencanangan pin Gernas Baku dalam acara Family Day di Kebun Binatang Gembira Loka. Dalam acara itu, Kepala Desa beserta sejumlah pendidik PAUD Desa Triharjo membacakan sebuah buku cerita di hadapan 560 peserta.
Pada perayaan puncak Gernas Baku di PAUD Terpadu An-Nuur, Kepala Dusun Krapyak, Triharjo, Sleman membacakan buku cerita yang dilanjutkan masing-masing orang tua siswa PAUD membacakan buku untuk putra-putrinya.
Cholimah mengatakan, sebagai tindak lanjut dari acara puncak tersebut, Gernas Baku ke depannya akan memperbanyak penyediaan sudut baca di semua sentra. “Penyediaan sudut baca ini untuk meningkatkan minat baca anak dan anak senang dengan buku,” kata dia.
Banyaknya sudut baca, lanjut Cholimah, diharapkan bisa merangsang orang tua mau meluangkan waktu 10-15 menit sehari untuk membacakan buku di rumah kepada anak-anak mereka.
“Harapan yang ingin diraih ke depannya supaya anak memiliki minat baca sejak usia dini sehingga generasi penerus Indonesia berminat baca tinggi,” ujarnya.
Mengacu pada penelitian Most Literred Nation in the World 2016, minat baca masyarakat Indonesia begitu rendah. Penelitian itu menempatkan Indonesia di peringat 60 dari 61 negara. Lantaran sangat rendahnya minat baca masyarakat Indonesia itulah Direktorat Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan program Gernas Baku sebagai solusi jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.