Kesenian Ini yang Coba Dihidupkan Lagi oleh Disbud Gunungkidul

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Kamis, 10 Mei 2018 12:51 WIB
Kesenian Ini yang Coba Dihidupkan Lagi oleh Disbud Gunungkidul

Kegiatan Revitalisasi Seni Permainan Tradisional yang digelar di Dusun Sedono, Desa Pundung Sari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (9/5/2018)./JIBI-Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Program revitalisasi seni tradisional di DIY terus digencarkan. Kali ini kesenian yang terancam hilang dan tenggelam oleh kemajuan zaman jadi sasaran program tersebut.

Salah satu seni tradisional yang kini jarang ditemui dan dimainkan oleh generasi muda adalah Gerit-Gerit Lancung dan Goco. Karena itu UPT TBY Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bekerja sama dengan Disbud Gunungkidul beserta pegiat seni lakukan revitalisasi permainan tradisional tersebut dengan melibatkan komunitas kesenian setempat yakni Sekar Cempaka Mulya, Dusun Sedono, Desa Pundung Sari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (9/5/2018).

Kegiatan bertajuk Revitalisasi Dolanan Tradisional Gerit-gerit Lancung dan Goco ini dikemas dalam bentuk seni pertunjukan Ketoprak Lesung yang dikemas sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat. Para pemain dalam pertunjukan ini merupakan warga masyarakat Dusun Sedono yang secara keseharian adalah para petani.

Koordinator Sekar Cempaka Mulya, Suroto mengungkapkan dirinya bangga bisa memainkan seni khas Desanya tersebut. Sebab dia beserta kelompok seninya tersebut bisa menjaga dan ikut serta dalam merawat seni permainan tradisional Gerit-Gerit Lancung dan Goco.

"Ini bentuk kepedulian kami dalam dunia kesenian tradisional," ujarnya, Rabu.

Suroto menjelaskan asal mula Gerit-Gerit Lancung adalah bentuk sindirian seorang istri yang ditinggal bermain suaminya hingga lupa waktu dan menguras harta benda. Sedangkan Goco merupakan dolanan yang dimainkan sebagai wujud syukur kepada Tuhan karena telah sembuh dari suatu penyakit.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online