Alat Kegunungapian di BPPTKG Yogyakarta Paling Lengkap, Mengapa Tak Bisa Memprediksi Erupsi Freatik Merapi?

Newswire
Newswire Sabtu, 12 Mei 2018 08:37 WIB
Alat Kegunungapian di BPPTKG Yogyakarta Paling Lengkap, Mengapa Tak Bisa Memprediksi Erupsi Freatik Merapi?

Asap membubung di puncak Gunung Merapi, Jumat (10/5/2018) pagi./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati

Harianjogja.com, SLEMAN- Letusan freatik pada gunung api tidak bisa diprediksi.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Kasbani mengakui berbagai alat kegunungapian yang ada tidak mampu memprediksikan letusan freatik seperti yang terjadi pada Jumat pagi di Gunung Merapi. Sebab, letusan itu terjadi sangat cepat serta sama sekali tidak didahului dengan berbagai gejala vulkanik.

"Di negara manapun kalau letusan freatik seperti tadi pagi susah untuk dideteksi," kata saat mengunjungi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Jumat (11/5/2018).

Meski tidak dapat diprediksikan kapan kembali muncul letusan freatik seperti yang terjadi Jumat pagi, menurut dia, memerlukan waktu bagi Gunung Merapi untuk memunculkan akumulasi gas dengan uap air yang mampu menghasilkan tekanan kuat.

"Tadi pagi ada indikasi peningkatan temperatur signifikan karena kaitannya dengan gas-gas yang terkumpul di situ. Tentu [untuk memunculkan letusan freatik] menunggu lagi sampai tekanan terbentuk," kata dia.

Kasbani mengakui seluruh peralatan sistem pemantauan kegunungapian di BPPTKG Yogyakarta adalah yang terlengkap dibandingkan di pos-pos kegunungapian di seluruh Indonesia. Selain itu, kondisi seluruh peralatan juga dipastikan dalam kondisi yang sehat.

"Kami meyakini seluruh aktivitas pemantauan di BPPTKG Yogyakarta berjalan baik, bahkan selama ini yang terbaik di Indonesia," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online