Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Ilustrasi simulasi bencana alam untuk tanggap bencana. (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, JOGJA-Pembentukan kampung siaga bencana (Katana) terus dilakukan Pemkot Jogja. Tahun ini, dari 15 Katana yang direncanakan, baru lima Katana yang dibentuk.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarta mengatakan, kelima Katana yang dibentuk meliputi Kelurahan Bumijo, Kelurahan Prenggokusuman, Kelurahan Suryodiningratan, Kelurahan Warungboto, dan Kelurahan Sosromenduran.
Pengukuhan kelima Katana tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara pihak pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok yang peduli dalam pengurangan risiko bencana.
"Pengukuhan Katana ini sangat strategis khususnya bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Mereka akan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana,” katanya, Sabtu (12/5/2018).
Mantan Camat Umbulharjo itu menjelaskan, Katana dibentuk tidak sekadar memberi predikat kepada satu kelurahan semata, melainkan harus ada upaya-upaya yang terukur. Salah satunya masyarakat yang sudah sadar bencana melalui beberapa proses kegiatan. Mulai dari kajian, sosialisasi kebencanaan, pembuatan peta bahaya, peta jalur evakuasi, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), pelatihan teknis hingga simulasi bencana.
"Warga harus paham apa yang perlu dikerjakan ketika bencana datang. Mereka juga bisa mengetahui cara menghadapi ketika datang bencana," katanya.
Jogja mulai membentuk kampung tangguh bencana sejak 2013. Saat itu sebanyak 10 kampung dibentuk sebagai percontohan. Setahun kemudian pada 2014 dibentuk 20 kampung dan 25 kampung pada 2015.
"Hingga kini, kami sudah membentuk 75 Katana. Tahun ini kami akan tambah 15 Katana baru sehingga nantinya semua kelurahan sudah berstatus sebagai Katana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.