Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Ilustrasi simulasi bencana alam untuk tanggap bencana. (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, JOGJA-Pembentukan kampung siaga bencana (Katana) terus dilakukan Pemkot Jogja. Tahun ini, dari 15 Katana yang direncanakan, baru lima Katana yang dibentuk.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarta mengatakan, kelima Katana yang dibentuk meliputi Kelurahan Bumijo, Kelurahan Prenggokusuman, Kelurahan Suryodiningratan, Kelurahan Warungboto, dan Kelurahan Sosromenduran.
Pengukuhan kelima Katana tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara pihak pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok yang peduli dalam pengurangan risiko bencana.
"Pengukuhan Katana ini sangat strategis khususnya bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Mereka akan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana,” katanya, Sabtu (12/5/2018).
Mantan Camat Umbulharjo itu menjelaskan, Katana dibentuk tidak sekadar memberi predikat kepada satu kelurahan semata, melainkan harus ada upaya-upaya yang terukur. Salah satunya masyarakat yang sudah sadar bencana melalui beberapa proses kegiatan. Mulai dari kajian, sosialisasi kebencanaan, pembuatan peta bahaya, peta jalur evakuasi, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), pelatihan teknis hingga simulasi bencana.
"Warga harus paham apa yang perlu dikerjakan ketika bencana datang. Mereka juga bisa mengetahui cara menghadapi ketika datang bencana," katanya.
Jogja mulai membentuk kampung tangguh bencana sejak 2013. Saat itu sebanyak 10 kampung dibentuk sebagai percontohan. Setahun kemudian pada 2014 dibentuk 20 kampung dan 25 kampung pada 2015.
"Hingga kini, kami sudah membentuk 75 Katana. Tahun ini kami akan tambah 15 Katana baru sehingga nantinya semua kelurahan sudah berstatus sebagai Katana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m