Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi UMKM /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi (KUKM-Nakertrans) Jogja mendorong pelaku usaha mikro kecil untuk melakukan pemasaran secara online. Hal itu perlu dilakukan untuk mendukung pemasaran dengan cara konvensional.
Kepala Bidang UKM Dinas KUKM-Nakertrans Jogja Tri Karyadi Riyanto mengatakan saat ini terdapat sekitar 75% pelaku UMKM yang melakukan pemasaran secara online. Itupun didominasi pelaku usaha yang bergabung dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jogja.
Sayangnya, dari jumlah tersebut belum semua dari pelaku usaha yang fokus melakukan pemasaran produknya secara online. "Hanya sekitar 50 persen yang fokus dan menjadikan pemasaran secara online sebagai alat pemasaran utama mereka," katanya kepada wartawan, Sabtu (12/5).
Tri menjelaskan pelaku UMKM yang fokus pada pemasaran secara online sejauh ini hanya yang mampu memproduksi barang dalam jumlah banyak dan teratur. Artinya mereka memiliki stok produk yang siap dipesan dan langsung dikirim ke konsumen. Selain memiliki online shop sendiri, tidak sedikit juga yang memanfaatkan aplikasi toko online atau e-commerce. "Ini tidak hanya kerajinan ya, tapi juga dari sektor kuliner," katanya.
Menurutnya masih ada sejumlah persoalan yang dihadapi untuk pemasaran secara online. Misalnya bisa jadi pelaku UMKM belum punya rekening bank. Seringkali transaksi online ingin menggunakan bank yang sama. Belum lagi masalah tampilan foto produk atau deskripsi produk yang kurang menarik.
"Ini menjadi kendala pemasaran secara online. Ambil foto produk secara asal, padahal harus menarik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.