Sayang Sekali, UKM Jogja Banyak yang Belum Maksimalkan Penjualan Online

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Minggu, 13 Mei 2018 17:20 WIB
Sayang Sekali, UKM Jogja Banyak yang Belum Maksimalkan Penjualan Online

Ilustrasi UMKM /Bisnis Indonesia-Rachman

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi (KUKM-Nakertrans) Jogja mendorong pelaku usaha mikro kecil untuk melakukan pemasaran secara online. Hal itu perlu dilakukan untuk mendukung pemasaran dengan cara konvensional.

Kepala Bidang UKM Dinas KUKM-Nakertrans Jogja Tri Karyadi Riyanto mengatakan saat ini terdapat sekitar 75% pelaku UMKM yang melakukan pemasaran secara online. Itupun didominasi pelaku usaha yang bergabung dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jogja.

Sayangnya, dari jumlah tersebut belum semua dari pelaku usaha yang fokus melakukan pemasaran produknya secara online. "Hanya sekitar 50 persen yang fokus dan menjadikan pemasaran secara online sebagai alat pemasaran utama mereka," katanya kepada wartawan, Sabtu (12/5).

Tri menjelaskan pelaku UMKM yang fokus pada pemasaran secara online sejauh ini hanya yang mampu memproduksi barang dalam jumlah banyak dan teratur. Artinya mereka memiliki stok produk yang siap dipesan dan langsung dikirim ke konsumen. Selain memiliki online shop sendiri, tidak sedikit juga yang memanfaatkan aplikasi toko online atau e-commerce. "Ini tidak hanya kerajinan ya, tapi juga dari sektor kuliner," katanya.

Menurutnya masih ada sejumlah persoalan yang dihadapi untuk pemasaran secara online. Misalnya bisa jadi pelaku UMKM belum punya rekening bank. Seringkali transaksi online ingin menggunakan bank yang sama. Belum lagi masalah tampilan foto produk atau deskripsi produk yang kurang menarik.

"Ini menjadi kendala pemasaran secara online. Ambil foto produk secara asal, padahal harus menarik," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online