Puluhan Mahasiswa Ciptakan Aplikasi Selama 24 Jam

Sunartono
Sunartono Jum'at, 18 Mei 2018 21:17 WIB
Puluhan Mahasiswa Ciptakan Aplikasi Selama 24 Jam

Peserta Ifest UAJY 2018 mengikuti kompetisi membuat aplikasi di Gedung BLPT DIY, Jumat (18/5/2018)./Harian Jogja-Sunartono

Harianjogja.com, JOGJA-Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berlomba membuat aplikasi dalam perhelatan Informatics Fest (Ifest) 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Jumat (18/5/2018) hingga Sabtu (19/5/2018). Kompetisi digelar untuk menghasilkan inovasi dan melatih kreatifitas mahasiswa dalam membuat suatu program.

Ketua Panitia Ifest 2018 UAJ Satria Nusa Paradilaga menjelaskan, dalam kompetisi itu para peserta membuat aplikasi selama 24 jam dimulai sejak Jumat (18/5) pukul 07.00 WIB. Total peserta ada 10 tim, setiap timnya terdapat lima anggota. Mereka bekerja sama untuk menghasilkan aplikasi buatan terbaik dengan waktu yang dibatasi panitia.

"Sebenarnya banyak yang mengajukan proposal, setelah kami seleksi, akhirnya lima tim yang lolos untuk bisa mengikuti kegiatan ini," terangnya saat ditemui di lokasi kompetisi Kantor Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT), Jumat (18/5/2018).

Ia menambahkan, pembuatan aplikasi itu lebih diarahkan pada upaya peningkatan ekonomi masyarakat dalam bidang jual beli online. Sehingga para peserta harus membuat aplikasi dengan mengedepankan inovasi dan kreatifitas dengan tidak diperbolehkan melakukan plagiat atau sedikit saja meniru aplikasi lain. Setelah aplikasi selesai dibuat, pada Sabtu (19/5/2018) akan dilakukan presentasi tentang manfaat dari aplikasi hang diciptakan.

"Di dalam ruangan ini, peserta harus membuat aplikasi yang ori banget, tidak boleh ambil dari milik orang lain. Harus inovatif, misal ketika diklik ini tampilan seperti apa, fungsinya apa. Tampilan harus menarik karena, bagi orang awam, tampilan sangat penting," imbuh dia.

Satria mengatakan, ada empat juri yang akan menilai karya para peserta. Terdiri atas dua orang dari UAJY dan dua orang praktisi dari luar. Kegiatan itu merupakan kali kedua digelar setelah sukses pada 2017 silam. Khusus untuk tahun ini, peserta terbaik akan mendapatkan peluang untuk direkrut sebagai karyawan di blibli.com selaku sponsor kompetisi.

"Selama mengerjakan harus berada di ruangan ini, kami menyediakan tempat tidur juga. Istilahnya dikarantina selama proses pengerjaan aplikasi," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online