Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Pantai Parangtritis, Bantul./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pariwisata Bantul berencana melengkapi semua objek wisata dengan toilet berkelas internasional. Rencana tersebut sebagai salah satu upaya menggaet wisatawan mancanegara berlibur di Bantul.
Jumlah wisatawan yang datang ke Bantul tahun lalu mencapai sekitar 3,7 jutaan. Namun sebagian besar adalah wisatawan nusantara. "Salah satu penyebab wisatawan asing belum tertarik berlibur ke Bantul karena memang sarana dan prasarananya belum mendukung," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di kantornya, Selasa (22/5/2018).
Kwintarto mengatakan toilet merupakan salah satu fasilitas di luar retribusi objek wisata yang bisa dimanfaatkan wisatawan selama berwisata, selain tempat parkir dan tempat istirahat. Semestinya fasilitas itu, kata dia, gratis untuk wisatawan.
Namun, saat ini Kwintarto tidak menampik kondisi toilet di hampir semua objek wisata kondisinya belum layak, bahkan hampir semuanya berbayar. Padahal, toilet menjadi salah satu kebutuhan bagi wisatawan. "Meski pun tidak terlalu mewah paling tidak mendekati standar internasional dari sisi kebersihannya, rapih dan ramah difabel. Seperti yang sudah dibangun di Giriloyo, Imogiri," kata dia.
Tahun ini, rencananya toilet berkelas internasional mulai dirintis di kawasan wisata pantai, salah satunya di sekitar Museum Gumuk Pasir. Tahun depan rencananya di Parangkusumo. Kemudian objek wisata lainnya menyusul secara bertahap karena membangun toilet modern membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Namun Kwintarto tidak hafal kebutuhan anggaran setiap pembuatan toilet di masing-masing objek wisata. Dikatakan dia, pembangunan toilet modern tidak memungkinkan menggunakan anggaran dari pendapatan asli daerah (PAD) yang terbatas. Pihaknya akan mengandalkan dana alokasi khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat dan dana keistimewaan (danais).
Ia menyatakan dalam dua tahun ke depan fasilitas toilet berkelas internasional harus terwujud di semua objek wisata di Bantul, terutama objek wisata di kawasan pesisir selatan. Mengingat jalur selatan akan dilintasi banyak wisatawan mancanegara seiring adanya bandara baru di Kulonprogo yang direncanakan mulai beroperasi pada 2019 mendatang.
Ia tidak ingin ketika bandara baru beroperasi, kawasan Bantul hanya menjadi lokasi perlintasan wisatawan dengan alasan fasilitasnya kurang mendukung. "Mana mungkin wisatawan asing mau mampir kalau fasilitasnya tidak ada. Maka dari sekarang objek wisata harus mulai melengkapi fasilitas," ujar Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Kapal Jepang berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah konflik Iran tanpa bayar tol. Namun 39 kapal masih berada di kawasan rawan.