Unisa Kirim Puluhan Mubaligh ke Kulonprogo

Sunartono
Sunartono Selasa, 29 Mei 2018 03:17 WIB
Unisa Kirim Puluhan Mubaligh ke Kulonprogo

Presiden Joko Widodo (tengah), bersiap melaksanakan Shalat Taraweh pertama Ramadhan 1439 H di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (16/5/2018). /Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) Yogyakarta mengirim puluhan mubaligh di empat pedukuhan di Kulonprogo selama Bulan Ramadan 2018. Mubaligh yang sebagian besar mahasiswa itu telah melalui proses seleksi di Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Unisa.

Mubaligh merupakan penyampai atau lebih khususnya seorang yang menyampaikan tentang ajaran Islam. Mereka ditugaskan untuk berdakwah di luar daerahnya, seperti di kampung, kota dan lainnya. Program ini sudah berjalan sejak 2012 di Unisa atau dikenal dengan Mubaligh Hijrah yang juga dilakukan oleh Organisasi Muhamamdiyah.

Penanggungjawab Mubaligh Hijrah Unisa Yogyakarta Royan Utsani menjelaskan, program itu sebagai implementasi Unisa sebagai salah satu kader persyarikatan Muhammadiyah. Sehingga mahasiswa setiap tahun berkewajiban mengikuti pengabdian masyarakat melalui Program Mubaligh Hijrah. Ramadan tahun ini pihaknya mengirim 26 mahasiswa dari berbagai prodi, setelah melalui proses seleksi di LPPI Unisa.

"Sebelum diberangkatkan para mahasiswa diberikan pembekalan dan pengarahan terlebih dahulu, agar nantinya para mahasiswa tinggal menjalankan program yang sudah ada," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com, Senin (28/5/2018).

Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini menambahkan, bentuk kegiatan mubaligh hijrah seperti memberikan pendampingan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di Masjid. Serta mengisi ceramah agama atau kegiatan lain berkaitan tentang keagamaan dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Mahasiswa yang mengikuti akan memiliki nilai plus tersendiri, karena sebagai pengalaman mereka mempunyai bekal setelah lulus dari Unisa agar dapat berdakwah di masyarakat," kata dia.

Kepala LPPI Unisa Umu Hani menyatakan, mahasiswa Unisa tersebut ditempatkan di empat pedukuhan daerah Pengasih Kulonprogo. Mubaligh tersebut ditugaskan sejak 16 Mei dan akan berakhir pada 31 Mei 2018 mendatang.

"Muhammadiyah sudah sangat lama menekuni dan memberi perhatian yang besar terhadap kebutuhan dakwah ini, sesuai dengan visi misi persyarikatan. Mubaligh hijrah Muhammadiyah sendiri dilakukan setiap bulan Ramadan," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online