Perubahan Karakteristik Merapi Harus Dibarengi Penyesuaian Proses Mitigasi

Sunartono
Sunartono Rabu, 30 Mei 2018 16:17 WIB
Perubahan Karakteristik Merapi Harus Dibarengi Penyesuaian Proses Mitigasi

Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM Djati Mardiatno menyatakan, perubahan karakteristik Merapi harus disikapi dengan penyesuaian proses mitigasi.

Namun, secara umum kebutuhan logistik, jalur evakuasi dan lokasi pengungsian harus disiapkan lebih awal untuk mengantisipasi ketika dibutuhkan mendadak.

Pakar Kegunungapian yang juga Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Profesor Sari Bahagiarti mengatakan, posisi saat ini sudah delapan tahun sejak erupsi 2010 silam. Padahal siklus pada Merapi biasanya empat tahunan, terutama berdasarkan pengamatan data sejak 1960-an hingga 2000-an.

"Tetapi sejak 2010 ini kok lebih dari empat tahun,” papar dia.

Ia menambahkan, freatik bisa saja sebagai peringatan menuju magmatik. Jika pada freatik, letupan yang terjadi berupa air panas karena ada kontak dengan magma.

"Air berubah menjadi uap membawa serta gas-gas kemudian tekanannya tinggi lalu keluar [letusan freatik], kalau magmatik, magmanya ini yang keluar [meletus]," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online