Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Lokasi penemuan mayat di Bantul, Rabu (30/5/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL – Kasus pembunahan Jumiyaty, 33, janda beranak satu asal Depok, Desa Gilangharjo, Pandak mulai menemukan titik temu. Hal ini terlihat adanya upaya pengamanan terduga pelaku pembunuhan oleh jajaran Satrekrim Polres Bantul.
Sayangnya untuk identitas, polisi masih belum mau memberikan informasi resmi. Saat dikonfirmasi, Minggu (3/6/2018), Kepala Satreskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo tidak menampik adanya penangkapan terhadap terduga pelaku pembunuh Jumiyaty. Namun, ia belum mau membeberkan lebih jauh karena terduga masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Sabar ya masih periksa. Nanti kalau sudah jelas akan kami rilis informasi terkait dengan kasus pembunuhan di area persawahan Dusun Cepoko, Trirenggo, Bantul pada Rabu [30/5/2018] lalu,” kata Rudy kepada wartawan, Minggu (3/6/2018).
Menurut dia, untuk mengungkap kasus ini, polisi sudah memeriksa beberapa saksi. Selain itu, juga mengamankan barang bukti sebuah kayu sepanjang satu meter. “Di kayu yang diamankan ada bercak darah dan kemungkinan digunakan untuk memukul korban,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Polres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan. Ia belum mau berbicara panjang lebar terkait dengan pembunuh Jumiyaty. Ini lantaran, saat dikonfirmasi hanya mengungkapkan ada orang yang ditangkap terkait dengan kasus tersebut.
“Sudah ada yang diamakankan kemarin. Saat ini [kemarin] masih dalam pemeriksaan, nanti pasti kita sampaikan, tapi sebelumnya mohon waktunya ya,” kata Sahat melalui pesan WA.
Kasus pembunuhan ini mencuat saat Jumiyaty ditemukan tewas bersimbah darah di persawahan Dusun Cepoko, Trirenggo, Bantul, Rabu (30/5/2018). Dari pengakuan keluarga, korban pergi dari rumah sejak Selasa (29/5/2018) untuk berjualan minuman dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy dan membawa telepon selular. Namun, kedua benda tersebut tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian pembunuhan.
Hasil outopsi menunjukan luka dibagian kedua lengan, kelopak mata, bibir, pipi luka robek, dan tengkorak hancur. Penyebab kematian diduga karena tulang tengkorak bagian belakang hancur dan pendarahan akibat pukulan benda tumpul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.