Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Lokasi penemuan mayat di Bantul, Rabu (30/5/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL – Kasus pembunahan Jumiyaty, 33, janda beranak satu asal Depok, Desa Gilangharjo, Pandak mulai menemukan titik temu. Hal ini terlihat adanya upaya pengamanan terduga pelaku pembunuhan oleh jajaran Satrekrim Polres Bantul.
Sayangnya untuk identitas, polisi masih belum mau memberikan informasi resmi. Saat dikonfirmasi, Minggu (3/6/2018), Kepala Satreskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo tidak menampik adanya penangkapan terhadap terduga pelaku pembunuh Jumiyaty. Namun, ia belum mau membeberkan lebih jauh karena terduga masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Sabar ya masih periksa. Nanti kalau sudah jelas akan kami rilis informasi terkait dengan kasus pembunuhan di area persawahan Dusun Cepoko, Trirenggo, Bantul pada Rabu [30/5/2018] lalu,” kata Rudy kepada wartawan, Minggu (3/6/2018).
Menurut dia, untuk mengungkap kasus ini, polisi sudah memeriksa beberapa saksi. Selain itu, juga mengamankan barang bukti sebuah kayu sepanjang satu meter. “Di kayu yang diamankan ada bercak darah dan kemungkinan digunakan untuk memukul korban,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Polres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan. Ia belum mau berbicara panjang lebar terkait dengan pembunuh Jumiyaty. Ini lantaran, saat dikonfirmasi hanya mengungkapkan ada orang yang ditangkap terkait dengan kasus tersebut.
“Sudah ada yang diamakankan kemarin. Saat ini [kemarin] masih dalam pemeriksaan, nanti pasti kita sampaikan, tapi sebelumnya mohon waktunya ya,” kata Sahat melalui pesan WA.
Kasus pembunuhan ini mencuat saat Jumiyaty ditemukan tewas bersimbah darah di persawahan Dusun Cepoko, Trirenggo, Bantul, Rabu (30/5/2018). Dari pengakuan keluarga, korban pergi dari rumah sejak Selasa (29/5/2018) untuk berjualan minuman dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy dan membawa telepon selular. Namun, kedua benda tersebut tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian pembunuhan.
Hasil outopsi menunjukan luka dibagian kedua lengan, kelopak mata, bibir, pipi luka robek, dan tengkorak hancur. Penyebab kematian diduga karena tulang tengkorak bagian belakang hancur dan pendarahan akibat pukulan benda tumpul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.