Veda Ega Finis Keenam di Mandalika, Raih 10 Poin di Mandalika
Veda Ega Pratama finis keenam di Moto3 Mandalika 2026, meraih 10 poin, dan naik ke posisi ketujuh klasemen. Maximo Quiles memastikan gelar juara dunia.
Logo uAD./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Salah satu dosen Universitas Ahmad Dahlan tercatat sebagai akademisi yang berprestasi lantaran karya ilmiahnya banyak masuk jurnal bereputasi internasional.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang nangkring di urutan pertama versi Science and Technology Index (Sinta) Kemenristekdikti per 5 Juni 2018. Salah satu dosen PTS ini berada di urutan ketiga karya ilmiah yang dimuat di jurnal bereputasi internasional.
Rektor UAD Kasiyarno menjelaskan, pada pemeringkatan Sinta Kemenristekdikti UAD memperoleh skor 11,306 berada di urutan 11 secara nasional yang didalamnya termasuk Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI), sehingga berada di sepuluh besar khusus perguruan tinggi. Dari 10 besar tersebut, sembilan merupakan PTN dan satu-satunya UAD menjadi PTS berada di urutan pertama dari ribuan PTS di Indonesia. "Kami berada di bawah UI, UGM, ITB, IPB, Undip, UPI, Unpad, ITS dan Unibraw, namun mengungguli ribuan PTN dan PTS lain di Indonesia," terang Kasiyarno dalam rilisnya, Selasa (5/6/2018).
Sinta merupakan sistem berbasis web milik Kemenristekdikti dengan merangking perguruan tinggi dan non perguruan tinggi, seperti memetakan kepakaran dosen/peneliti, merangking kinerja jurnal nasional dan internasional yang ada di Indonesia.
Salah satu dosen UAD, Tutut Herawan berada di urutan ketiga terbanyak publikasi internasional dari ribuan dosen PTN dan PTS di Indonesia. Tutut memiliki skor 114,26 dengan skor terindeks scopus 22 dan index google 22. Kasiyarno mengakui, peringkat itu merupakan terbaik dalam sejarah UAD. "Bagi kami ini anugerah sekaligus cambuk untuk berkinerja lebih baik lagi di masa mendatang," kata dia.
Kepala Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah UAD Tole Sutikno menambahkan, pihaknya meningkatkan dana penelitian, sekaligus mendorong para dosen untuk mendapatkan dana hibah serta memberikan tunjangan kepada doktor yang dinilai berdasarkan karya ilmiah yang terpublikasikan. Jika dalam setahun doktor tidak menghasilkan publikasi maka tunjangan dari internal UAD sementara dinolkan. Hal itu bertujuan memacu semangat dosen untuk meneliti dan menghasilkan karya ilmiah.
"UAD dari sisi jumlah judul yang masuk Kemenristekdikti paling tinggi di antara PTS di Indonesia di tahun ini," kata dia.
Jumlah total penelitian dosen UAD yang masuk ke Kemenristekdikti pada 2018, lanjutnya, ada 124 judul. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 96 judul. Penelitian itu lebih banyak pada bidang teknologi, pendidikan dan informasi. "Dana penelitian dari internal UAD sebesar Rp9 miliar di 2018," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama finis keenam di Moto3 Mandalika 2026, meraih 10 poin, dan naik ke posisi ketujuh klasemen. Maximo Quiles memastikan gelar juara dunia.
Pemkab Sleman menyerahkan Perbup batas wilayah kepada 17 lurah untuk memperkuat tertib administrasi, kepastian hukum, dan pembangunan daerah.
KPK mengungkap identitas delapan tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek jalan Sumut, termasuk mantan Kepala BBPJN Sumut Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja.
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Kontingen Indonesia bertolak ke Jepang untuk Asian Para Games 2026 dengan target 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu.
Rupiah hari ini, Selasa 13 Oktober 2026, diprediksi melemah ke kisaran Rp17.910–Rp17.960 per dolar AS akibat tekanan geopolitik dan kebijakan The Fed.