Pola Mudik Sudah Semakin Berubah. Kenapa dan Seperti Apa Perubahannya?

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Rabu, 06 Juni 2018 16:20 WIB
Pola Mudik Sudah Semakin Berubah. Kenapa dan Seperti Apa Perubahannya?

Gelar pasukan jelang Operasi ketupat progo di halaman Pemkab Gunungkidul, Rabu (6/6/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pola mudik beberapa tahun terakhir dinilai berubah.
Kepala Dishub Gunungkidul, Syarief Armunanto mengatakan sebenarnya ada perubahan pola pemudik. “Sudah sekitar empat tahun lalu pola mudik masyarakat berubah. Kan ada mudik gratis itu, biasanya motor pemudik dibawa truk dan pemudik naik bis,” ucap Syarief.

Dia mengatakan Terminal Semin biasanya juga menerima pemudik yang mengikuti program mudik gratis tersebut. Namun untuk tahun ini Syarief belum mengetahui berapa yang akan mengikuti program mudik gratis itu dan berapa kuota yang diberikan.

Berdasarkan data rekapitulasi jumlah arus mudik angkutan lebaran pada tahun lalu ke wilayah Gunungkidul via Patuk, memang masih didominasi oleh sepeda motor, disusul pengguna mobil. “Memang untuk pemudik yang masih di sekitaran Jawa Tengah atau masih terjangkau jaraknya tidak terlalu jauh, banyak menggunakan sepeda motor, namun untuk yang cukup jauh saya rasa tetap menggunakan bis. Ya terlebih ada mudik gratis juga biasanya dengan bis,” katanya.

Penurunan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan bis dan masuk terminal Dhaksinarga, Wonosari dinilai karena program mudik gratis dari pemerintah pusat maupun swasta yang kebanyakan bus yang ditumpangi pemudik berhenti di Terminal Giwangan, Jogja.

Kepala Terminal Dhaksinarga Wonosari Muhammad Edy Lestari mengatakan sebenarnya belum ada analisa pasti apa penyebab menurunnya jumlah kedatangan bus di Dhaksinarga. Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul ada perbedaan jumlah kedatangan bus. Tercatat pada 2016 jumlah kedatangan bus mencapai 1.688 sedangkan pada 2017 tercatat hanya 629 bus.

“Bukan ranah kami sebenarnya, kami juga kurang tahu penyebabnya, apa perubahan kendaraan yang dipakai atau memang jumlah perantau berkurang. Bukan ranah kami sebenarnya menganalisa itu. Mungkin salah satunyakan ada program mudik gratis itu yang kebanyakan berhentinya di Giwangan, pemudikkan banyak yang ikut itu,” kata Edy, Rabu (6/6/2018).

Terkait dengan mudik gratis menurut info yang ia dapat Terminal Dhaksinarga, Wonosari juga akan menerima 25 armada. “Menurut kabar ada 25 bus tetapi saya belum dapat memastikan juga, karena dari pusat itu,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online