Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang mahasiswa UGM menjadi korban pembacokan di jalanan alias klithih di perempatan Mirota Kampus pada Kamis (7/6/2018) lalu.
Duka tengah menaungi civitas Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, seorang mahasiswa bernama Dwi Ramadhani Herlangga, 25 baru saja menjadi korban klithih hingga meninggal dunia.
Klithih adalah istilah yang biasa digunakan di Jogja untuk menyebut aksi anarkisme sekelompok orang yang identik dengan remaja yang ingin melukai korbannya. Ironisnya, aksi ini kerap dilakukan menggunakan senjata tajam seperti pisau, gir, pedang, samurai atau senjata lainnya.
Dwi Ramadhani Herlangga tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris UGM. Ia diserang sekelompok remaja pada Kamis (7/6/2018) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di kawasan Simpang Empat Mirota Kampus, Jalan C Simanjuntak Yogyakarta.
Saat itu, Dwi bersama rekannya awalnya hendak membagikan sahur gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. Tiba-tiba mendadak dipepet oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor. Salah satu dari kedua orang itu lantas mengeluarkan celurit dan menyabetkannya ke arah korban.
Dalam kondisi berlumur darah, Dwi dilarikan ke RSUP dr. Sardjito. Malang tak bisa ditolak, nyawa Dwi tak tertolong, ia menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 06.00 WIB.
Kepala Bidang Humas dan Protokoler UGM, Iva Ariani mengaku keluarga besar UGM amat terpukul dan berduka atas kejadian tersebut. Jenazah almarhum kini sudah dibawa ke rumah duka di Semarang, dengan terlebih dahulu dilepas oleh Wakil Rektor III UGM.
Menurut Iva, sosok Dwi Ramadhani merupakan mahasiswa angkatan 2010 yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian skripsi. Draf skripsi Dwi sudah rampung dikerjakan.
Menurut Iva, sosok Dwi adalah mahasiswa yang baik. Itu terlihat dari aktivitasnya melakukan pembagian sahur gratis kepada kaum duafa. Pihak UGM pun akan memberikan dana sosial untuk keluarga.
"Beliau [Dwi] meninggal dalam keadaan baik, kami merasa terpukul dan berduka. Untuk santunan biasanya ada dana sosial yang diberikan kepada keluarga," kata Iva kepada Suara.com- jaringan Harianjogja.com melalui sambungan telepon.
Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa UGM maupun masyarakat untuk selalu waspada atas aksi klithih yang akhir-akhir ini telah meresahkan sekaligus mencoreng nama baik Jogja.
"Ini persoalan yang diwaspadai oleh masyarakat Jogja. Ini kaitannya tidak dengan UGM saja. Tapi masyarakat yang tidak nyaman dengan kondisi ini," imbuh Iva.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.