Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 27 September 2026
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Dosen USD Monica Eviandaru Madyaningrum (kanan) dalam seminar doktor, Jumat (8/6/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN--Persoalan identitas hampir dirasakan sebagian besar kalangan minoritas. Sayangnya masalah ini kerap dibawa untuk kepentingan politik. Isu tentang identitas dan kekerasan di bahas dalam Seminar Doktor Universitas Sanata Dharma (USD) bertajuk Menyoal Identitas Meretas Diskriminasi dan Kekerasan Kolektif di Ruang Koendjono, Gedung Pusat USD, Jumat (8/6/2018)
Rektor USD Johanes Eka Priyatma mengatakan persoalan identitas sebenarnya telah terjadi sejak lama, sehingga masih harus terus diperjuangkan. Masalah identitas hampir dirasakan hampir sebagian besar masyarakat terutama minoritas. Parahnya, isu identitas seringkali kerap dipakai untuk kepentingan konstelasi politik sehingga persoalannya semakin kompleks.
“Persoalan identitas selalu menjadi perbincangan, sehingga ini sudah masuk pada tataran wilayah yang rumit, apalagi sering dibawa ke ranah politik, yang kadang dipakai untuk memenangkan konstelasi politik,” kata Eka di sela-sela pembukaan seminar, Jumat (8/6/2018).
Ia menambahkan meski hakikat kemanusiaan sebenarnya adalah satu yang seharusnya semua dianggap sama, hal itu tidak bisa diterima dengan mudah oleh beberapa kelompok masyarakat. Kenyataan itu selaras dengan kasus radikalisme dan intoleransi yang juga sering terjadi akhir-akhir ini. “Maka diskusi dalam perspektif minoritas ini sangat penting dalam hal perkara identitas, karena [perkara identitas] tidak mudah untuk diaktualisasikan,” ujarnya.
Meski demikian, lanjut Eka, bangsa Indonesia harus meyakini selama 50 tahun terakhir termasuk saat ini kondisi itu lebih baik dibandingkan 50 tahun ke belakang sebelum Indonesia merdeka. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak optimistis dengan peradaban ke depan akan lebih baik lagi.
“Kami di perguruan tingi harus ikut berpikir membantu bangsa ini mengatasi persoalan tersebut. Karena kebagsaan kita sebagai bangsa Indonesia belum berakhir masih terus diperjuangkan. Bahkan beberapa perguruan tinggi menggelar acara khusus untuk menegaskan bahwa dirinya adalah pancasilais,” ucap Eka.
Dalam seminar itu menghadirkan dua narasumber doktor dari USD, antara lain Monica Eviandaru Madyaningrum mempresentasikan tentang pendekatan kritis dalam studi disabilitas menyoal psikologi diskrimiantif. Serta Y Tri Subagya terkait relasi identitas etnik dan agama terhadap kekerasan kolektif.
Penyandang disabilitas bagi Monica Eviandari termasuk salah satu identitas yang sering terpinggirkan atau minoritas. Berdasarkan hasil penelitiannya, kunci persoalan disabilitas bukan pada kondisi fisik individu yang mengalaminya, tetapi justru pada cara pandang yang digunakan orang untuk memaknai dan merespons disabilitas.
“Apapun karya dan beragam aspek diri dan individu penyandang disabilitas cenderung diabaikan karena mereka seolah-olah hanya ditentukan oleh karakter fisik atau mentalnya yang dianggap abnormal,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Thailand lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Vietnam. Indonesia masih berebut tiket final dari Grup A.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 di Motegi berlangsung 2–4 Oktober. Jorge Martín hanya unggul 12 poin atas Marc Márquez.
Janice Tjen akan berduet dengan Venus Williams di Guangzhou Open 2026. Turnamen berlangsung 26 Oktober hingga 1 November.
Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran keuangan selama sembilan musim. Man City masih punya hak banding hingga 2 Oktober.
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026. Simak jam kick-off dan siaran langsungnya.