Wisatawan Ikut Berebut Gunungan dalam Garebeg Syawal di Kraton Yogyakarta

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Sabtu, 16 Juni 2018 07:24 WIB
Wisatawan Ikut Berebut Gunungan dalam Garebeg Syawal di Kraton Yogyakarta

Warga dan wisatawan berebut beragam sesaiji yang terdapat pada gunungan dalam upacara tradisi Garebeg Sawaltahun Dal 1951 di halaman Masjid Gedhe Kauman, Keraton Ngayogyakarta, Jogja, Jumat (15/062/2018). /Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, JOGJA-Hajad Dalem Garebeg Sawal dari tahun ke tahun selalu menarik minat masyarakat. Yang berusaha mendapatkan \'berkah\' dari gunungan tak hanya warga DIY saja. Ada juga yang dari luar daerah. Salah satunya dari Malang, Jawa Timur.

Gatot Sanjaya, warga asal Malang, mengaku sengaja datang ke DIY untuk mengikuti Hajad Dalem Garebeg Sawal. Ia berangkat dari malang pada Kamis (14/6) bersama dengan istri dan anak-anaknya.

"Saya sengaja datang ke sini, karena bagi beberapa orang, dapat bagian gunungan akan membawa berkah. Selain itu acara ini juga seru. Sebelumnya saya sudah sempat ikut juga. Tapi kalau sama keluarga baru ini," jelas Gatot, Jumat (15/6/2018).

Gatot berhasil mendapatkan beberapa kue kering yang berwujud seperti bunga. Ia mengaku akan memakan kue-kue itu bersama anak dan istri.

Pada Garebeg Sawal, total terdapat tujuh buah gunungan yang terdiri dari tiga buah Gunungan Kakung, satu Gunungan Estri, satu Gunungan Gepak, satu Gunungan Darat dan satu Gunungan Pawuhan.

Ketiga Gunungan Kakung diarak dan dibagikan ke tiga tempat berbeda, yakni Kagungan Dalem Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Sedangkan gunungan lain dibagikan di Masjid Gedhe.

Penasehat Takmir Masjid Gedhe Kauman KRT A. Muchsin Kamaludiningrat yang juga bertindak sebagai penghulu dalam ritual itu mengatakan, Garebeg Sawal adalah bentuk sedekah Sultan kepada rakyatnya yang diwujudkan dengan hasil bumi.  Karena jumlahnya terbatas, akhinya garebeg dirayakan dengan cara direbut.

"Itu [diperebutkan] kemudian jadi tradisi. Sekarang memang jadi tontonan dan maknanya agak melenceng. Tapi makna aslinya adalah sedekah. Saat mendoakan gunungan, saya berdoa supaya HB X sehat dan panjang umur," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online