Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polisi menunjukan alat bukti berupa bendo yang digunakan untuk membacok Dwi Ramadhani Herlangga hingga tewas pada Kamis (7/6)./Harian Jogja-I Ketut Sawitra Mustika
Harianjogja.com, JOGJA--Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendorong DIY terus memperkuat ketahanan keluarga dalam rangka mengatasi maraknya persoalan kekerasan fisik yang dilakukan remaja di jalanan atau lazim disebut klithih. Kegiatan sosial masyarakat perlu didorong dengan melibatkan kalangan remaja atau anak untuk mencegah perilaku asosial.
Anggota DPD RI Cholid Mahmud mengatakan berdasarkan pengamatannya dari beberapa kasus kekerasan jalanan atau klithih di Kota Jogja, pelakunya masih di bawah umur dengan kondisi latar belakang keluarga yang kurang harmonis. Jika hal ini menjadi salah satu penyebab atau titik kesimpulan adanya klithih, maka pemerintah daerah harus memperhatikan pendidikan keluarga.
Ia menegaskan pentingnya pemantapan ketahanan keluarga karena faktanya pelaku berasal dari keluarga broken home. "Saya kira harus ada program khusus untuk mendukung terciptanya ketahanan keluarga. Karena rata-rata pelaku masih anak," katanya di Kantor DPD RI Perwakilan DIY belum lama ini.
Penerapan program itu bisa disisipkan melalui kegiatan PKK atau berbagai bentuk aktivitas pertemuan warga maupun di kalangan ibu-ibu. Selain itu, perlunya ada program menumbuhkan sifat sosial yang lebih intens baik di kalangan keluarga maupun lembaga pendidikan. Mengingat, kenyataan yang dilalukan pelaku klithih lebih bersifat asosial, mereka melakukan kekerasan dengan tidak peduli siapa yang menjadi korban.
Cholid mengaku prihatin dengan adanya kasus klithih yang terjadi di Jogja yang memiliki predikat sebagai kota pelajar dan kota budaya. Ia menilai, kekerasan model itu memang butuh waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mengingat pelaku bertindak tanpa sebab dan tidak disertai penyebab sebelumnya.
Di sisi lain, kata Cholid, masyarakat juga perlu meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu masyarakat perlu memperhatikan hak-hak tumbuhkembang anak. Selama ini, masyarakat lebih sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga ada anak yang pulang terlalu larut malam dibiarkan begitu saja tanpa melalui tegur sapa.
"Kalau dulu anak SMA habis Magrib belum pulang sudah dicari, sekarang sudah terbiasa dibiarkan, akhirnya larut tengah malam dan melakukan tindakan tersebut," ucapnya.
Terpisah Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan pihaknya memiliki sejumlah program dalam rangka mencegah kenakalan pelajar. Salah satunya penguatan pendidikan karakter pada siswa melalui berbagai mata pelajaran. Selain itu, siswa lebih didorong untuk berkegiatan positif, sehingga diharapkan dapat mencegah pelajar melakukan tindakan negatif, seperti kekerasan jalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.