Sri Sultan HB X dan GKR Hemas bersalaman dengan hadirin yang datang ke Open House di Bangsal Kepatihan, Kamis (21/06/2018). /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA - Momen open house di Kantor Gubernur DIY, bersalaman dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta GKR Hemas merupakan pengalaman pertama dan dinanti-nanti oleh sebagian orang.
Bersalaman dengan sang raja, menurut mereka merupakan suatu berkah yang memberi semangat tambahan dalam hidup mereka.
Salah satu warga Wirogunan, Tamansari, Tince (56) mengaku tahun ini merupakan tahun ke empat menghadiri open house di Kantor Gubernur DIY. Namun menurutnya setiap bersalaman dengan Sri Sultan HB X selalu serasa seperti pertama kali.
"Saya sudah empat kali datang [open house], selalu senang. Tadi saya berangkat pagi-pagi sekali, sampai sini jam 08.00 WIB," kata Tince saat ditemui Harianjogja.com di depan buffet makanan, Kamis (21/06/2018).
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean warga mengular mulai dari pendopo Bangsal Kepatihan hingga pintu keluar sisi Timur dan Selatan. Penjaga turun ke antrian untuk merapikan barisan. Mulai dari anak-anak hingga lansia sabar menanti antrian untuk bersalaman dengan Sri Sultan HB X beserta GKR Hemas.
Menurut Tince, pengalaman open house tahun ini paling berkesan. Pasalnya, hatinya dibuat bungah karena GKR Hemas mendekatkan wajahnya ke telinganya. "Saya dibisiki, bagaimana bu, sehat? Waduh saya senang sekali. Dulu belum pernah dibilang begitu sama ratu," kata Tince sambil tertawa kecil.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ayang (40), pria asal Pontianak yang mengenakan alat bantu jalan tersebut mengaku baru pertama kali datang ke open house Kantor Gubernur DIY.
Sebelumnya, dia tidak pernah mau datang karena menurutnya repot dan terlalu ramai. Setelah seorang temannya dari Makassar yang begitu ingin melihat Sri Sultan HB X mengajaknya, akhirnya dia memutuskan datang ke open house.
"Ternyata suasananya indah sekali. Orang dari berbagai penjuru datang, saling rukun. Menunjukkan bahwa Jogja itu sebenarnya ya adem ayem, meskipun akhir-akhir ini ada kasus klithih ya. Tapi itu kan ulah oknum, tak semuanya begitu," kata Ayang.
Ayang berharap dia bisa mengunjungi open house berikutnya. Dia berharap besar nantinya saat open house diselenggarakan gelar kebudayaan. Menurutnya, open house merupakan kesempatan yang besar untuk memamerkan budaya DIY kepada masyarakat luar DIY sepertinya yang datang ke open house.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: