Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Cek Gaji dan Tunjangannya
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Lahire Sarjo Kusumo yang digelar pengelola Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada Jumat (22/6/2018) malam di panggung terbuka TBY./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA - Pengelola Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon Lahire Sarjo Kusumo, Jumat (22/6/2018) malam, di panggung terbuka.
Lakon yang ditampilkan oleh Ki Dalang Mas Riyo Cerma Kandha Wijaya ini merupakan hal langka. Sebab, tidak banyak dimainkan di sejumlah pertunjukan wayang pada umumnya.
Kasi Pengembangan Penyajian TBY Cipto Rini mengatakan pihaknya sengaja menggelar pertunjukan wayang pada acara Syawalan dan silaturahmi karyawan, seniman dan karyawan TBY.
Adapun tujuannya selain untuk menjalin silaturahmi, melalui lakon langka ini akan banyak pelajaran berarti yang bisa dipetik.
“Sebetulnya ini akan kami tampilkan dalam rangkaian Pasar Kangen Jogja pada 7-16 Juli mendatang. Namun karena suatu hal akhirnya kami majukan,” katanya, Jumat malam.
Ki Dalang Mas Riyo Cerma Kandha Wijaya mengungkapkan lakon Lahire Sarjo Kusumo adalah lakon yang jarang ditampilkan ke publik. Padahal banyak hal positif yang bisa dipetik dari penampilan lakon ini.
Diceritakannya, Sarjo Kusumo adalah anak dari pasangan Duryudana dan Banowati. Ia dilahirkan saat Banowati berada di luar istana karena diusir oleh Duryudono. Adapun alasan Duryudono mengusir Banowati adalah karena dia tidak percaya dengan apa yang dikerjakan oleh Banowati.
“Padahal, Banowati sangat baik. Lalu lahirlah Sarjo Kusumo, yang nantinya membawa kebaikan untuk semua,” katanya.
Dengan lakon ini, Riyo Cerma berharap para penonton wayang mampu mengambil nilai positif. Salah satunya adalah kesabaran yang dimiliki Banowati. Begitu juga ditampilkannya sosok Semar yang selalu melindungi keberadaan Banowati dan Sarjo Kusumo.
“Semar itu tokoh pamong. Artinya, semua kesuksesan tidak bisa lepas dari sosok pamong. Untuk itu jangan mengecilkan peran mereka,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Ekspor tekstil Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 4 persen pada 2027 didukung pemulihan permintaan global dan penguatan rantai pasok industri.
akultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar program pengabdian masyarakat
DLH Kulonprogo mengimbau warga tidak membakar sampah selama musim kemarau karena berisiko memicu kebakaran lahan dan melanggar aturan.
PT Pegadaian (Persero) secara resmi memasuki babak baru dalam pengelolaan hubungan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan
BMKG memprediksi El Nino bertahan hingga awal 2027 dan memicu kemarau lebih kering dengan risiko kekeringan serta karhutla yang meningkat.