Seniman Butoh Asal Jepang Pentas di UGM

Sunartono
Sunartono Senin, 09 September 2024 16:37 WIB
Seniman Butoh Asal Jepang Pentas di UGM

Seniman Kesenian Butoh asal Jepang akhirnya melakukan pentas di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Minggu (8/9/2024). /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Seniman Kesenian Butoh asal Jepang akhirnya melakukan pentas di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Minggu (8/9/2024). Pentas ini merupakan kesekian kalinya setelah terakhir pada 2009 silam di tempat yang sama.

Pada hari pertama, The Life of Butoh dimulai dengan penampilan dari Fitri Setyaningsih, diikuti oleh Jun Amanto, seniman Butoh asal Jepang, yang membawakan pertunjukan tentang interaksi antara laki-laki dan perempuan. Dilanjutkan dengan Mugiyono Kasido dari Indonesia mempersembahkan Bayu Angkasa menggabungkan alat musik khas Banyumasan dengan elemen cerita Mahabharata. Kemudian ada penampilan Neiro dan Mutsumi Yamamoto dari Jepang serta pertunjukan Rianto, yang mengkolaborasikan kesenian Jawa dengan Butoh untuk menggambarkan perjalanan tubuh.

BACA JUGA : UGM Ikut Bantu Diversifikasi Produk Olahan Kakao Nglanggeran

Adapun hari kedua menampilkan Rina Takahashi, Broto Wijayanto, Anter Asmotorotedjo, Minoru Hideshima, dan Endy Baroque. Rina Takahashi menyuguhkan pertunjukan tradisional Jepang, Broto Wijayanto dengan Mong Mong Mong Mong, melibatkan seniman difabel dalam karya tersebut.

"Kemudian ada Anter Asmotorotedjo mengeksplorasi tema manusia terperangkap dalam lingkaran tak berujung dan Minoru Hideshima, sebagai generasi pertama Butoh. Pameran poster Butoh tersaji apik dengan memberikan pengunjung edukasi mendalam tentang sejarah dan perkembangan Butoh," kata Garin Nugroho, Chief Program Officer GIK UGM dikutip Senin (9/9/2024).

The Life of Butoh sebagai respons terhadap minat global terhadap seni yang menggugat konsep tubuh. Diciptakan pada era 1950-an, bersamaan dengan perkembangan seni avant-garde di Eropa. Butoh muncul sebagai bentuk seni yang menantang pemahaman konvensional tentang tubuh dan telah menarik perhatian dunia dengan cara yang unik dan provokatif.

BACA JUGA : Ratusan Mahasiswa dan Dosen UGM Gelar Aksi Nyalakan Lilin Respon Situasi Darurat Demokrasi

Mila Rosinta, seniman tari asal Jogja, memuji kolaborasi ini sebagai kesempatan untuk memperluas pemahaman tentang Butoh dan berharap acara serupa dapat berlangsung setiap tahun. 

"Aksi panggung The Life of Butoh ini menghadirkan pengalaman yang kaya dan beragam, memperkuat dialog budaya antara Jepang dan Indonesia serta memperkaya lanskap seni pertunjukan di Jogja," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online