Kasus Diare di Sleman Naik Jadi 1.337, Dinkes Ingatkan Risiko Keterbatasan Air
diare Sleman September 2026, air bersih Sleman, kemarau Sleman, Dinkes Sleman, kasus diare Depok III
Beberapa responden kuesioner tentang penerimaan produk cokelat dari Griya Cokelat sedang mengunjungi Festival Cokelat Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Kamis, (6/9/2024). - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim pengabdian masyarakat desa dari Laboratorium Manajemen Sistem Industri, Prodi Teknologi Industri Pertanian, Fakultan Teknologi Pertanian dan Prodi Pengembangan Produk Agroindustri Sekolah Vokasi UGM ikut memberi pendampingan dalam pengembangan produk olahan kakao dari Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Desa Binaan UGM 2024, Dr. Novita Erma Kristanti mengatakan timnya melakukan penjaringan aspirasi dan penilaian terhadap pengunjung Festival Cokelat Nglanggeran.
Pengunjung yang datang mereka minta untuk mengisi kuesioner mengenai penerimaan konsumen terhadap produk Griya Cokelat Nglanggeran.
Hasil dari kuesioner ini nanti menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki kualitas dan inovasi produk. Selain itu, hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi kemasan. Dengan begitu, produk Griya Cokelat dapat menjangkau masyarakat luas.
Penjaringan ini sangat tepat dilakukan pada momen festival. Pasalnya, pengunjung yang datang diasumsikan merupakan konsumen yang memiliki pengetahuan dan perhatian terhadap pengembangan produk cokelat.
BACA JUGA: Gunung Merapi Keluarkan 31 Guguran Lava dalam Enam Jam
Dia berharap melalui pendampingan yang pihaknya berikan melalui perguruan tinggi dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada pengembangan cokelat Nglanggeran.
Adapun Griya Cokelat Nglanggeran menawarkan produk mereka yang meliputi minuman cokelat, pisang cokelat, dodol cokelat, cokelat batangan, dan lainnya.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Heri Sulistyo Hermawan mengatakan kakao yang menjadi bahan baku utama pembuatan cokelat memiliki efek multiplier yang luas, terutama dalam peningkatan industri dan ekonomi.
Hanya, pengembangan produk olahan kakao terganjal oleh tanaman yang rata-rata berusia 30 tahun lebih. Sebab ada itu perlu peremajaan tanaman. Hal ini juga menjadi wujud upaya untuk menghasilkan kakao bermutu tinggi dengan cita rasa khas yang dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
diare Sleman September 2026, air bersih Sleman, kemarau Sleman, Dinkes Sleman, kasus diare Depok III
Kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,58 juta hingga Agustus 2026, tumbuh 5,38%. Perjalanan wisnus tercatat 842,15 juta.
BRI bersama Eastspring Investments Indonesia menghadirkan tiga reksa dana baru dengan minimum investasi Rp100.000 untuk memperluas pilihan investasi dan menduku
Wagub DIY Paku Alam X melepas 12 atlet SOIna ke Pesonas 2026 di Kupang. Atlet dan pendamping diminta menjaga kesehatan selama kompetisi.
Disdik Sleman mencatat kekurangan 287 guru SD dan SMP. Pemerataan tenaga pendidik dan kerja sama dengan perguruan tinggi disiapkan.
Pertamina mengandalkan B50 untuk menekan impor solar 18 juta kiloliter, menghemat devisa Rp170 triliun, dan mengurangi emisi pada 2026.